Tampilkan postingan dengan label Artikel islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel islam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Juli 2012
YANG PENTING NIAT, CUKUPKAH ?
Dari Amiril Muminin Abi Hafsh Umar ibnu Al Khathab radhiyallahu anhu, berkata: ‘Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu bergantung kepada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya.” (HR: Bukhari-Muslim)
Hadits di atas begitu popular di kalangan kaum muslimin. Sering sekali kita mendengar ucapan: “Yang penting niat. Bukankah niat kita baik” Dan sangat boleh jadi pengucapnya hanya tahu sedikit atau sebagian dari kaidah ini. Mungkin dia mendengar hanya potongan dari hadits ini yang diucapkan seseorang, mungkin juga lengkap tetapi telah disimpangkan pengertiannya oleh orang yang ia dengar darinya hadits ini. Akhirnya semakin jauhlah apa yang sering diucapkan kebanyakan kaum muslimin dengan maksud sesungguhnya dari hadits di atas, bahkan bertentangan sama sekali.
Sesungguhnya hadits ini sangat mulia dan keluar dari lisan manusia yang paling mulia. Oleh karenanya wajib bagi kita untuk mengetahui dan mempelajarinya, sebagaimana para ulama kita memberikan perhatiannya yang khusus terhadap hadits ini.
Beberapa komentar para ulama di bawah ini menunjukkan betapa agung dan pentingnya hadits ini di dalam Islam.
1. Imam Asy-Syafi’i, “Hadits Niat masuk di dalam tujuh puluh bab masalah-masalah fiqh.”
2. Imam Ahmad ibnu Hambal,”Pokok ajaran Islam terdapat pada tiga buah hadits. Hadits Umar (hadits yang kita bicarakan sekarang), Hadits Aisyah, dan Hadits Nu’man ibn Basyir.”
3. Imam Syaukani,” Hadits Niat merupakan sepertiga ilmu (-di dalam Islam-).
4. Imam Ibnu Rajab,”Hadits Niat merupakan timbangan bagi amalan batin, sedangkan Hadits Aisyah merupakan timbangan bagi amalah dzahir.”
5. Imam Abu Sa’id Abdurrahman ibnu Mahdi,” Siapa saja yang hendak menulis sebuah kitab, hendaknya ia membuka dan memulainya dengan membawakan Hadits Niat.”
Demikianlah di antara beberapa ucapan para ulama berkaitan dengan hadits Niat yang menunjukkan betapa mereka memberikan perhatian khusus terhadap hadits ini. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan hadits ini sebagai perkara yang pertama dibahas di dalam tulisan mereka, yang antara lain dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap hadits ini, agar para pencari ilmu membenarkan dan meluruskan niat mereka ketika mereka hendak mempelajari agama ini (Islam), dan juga tentunya masih banyak lagi faidahnya.
Mereka -yang memulai kitabnya dengan hadits ini- adalah Imam Al Bukhari (dalam Shahih-nya), Imam An-Nawawi (Riyadlush-Shalihin dan Al Arba’in-nya), Taqiyuddin Al Maqdisi (Umdatul Ahkam), dan Imam Asy-Syuyuthi (Jami’ush-Shaghir)
Di antara faidah, fiqh, atau hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini -sebagaimana kita dapati dari keterangan para ulama- adalah:
1. Niat merupakan bagian dari Iman
Niat merupakan amalan hati. Sedangkan ta’rif (definisi) Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah: Diyakini di dalam hati, diucapkan melalui lisan, dan dibuktikan dengan anggota badan dan perbuatan….Oleh karena nya pula Imam Bukhari meletakkan hadits ini di dalam Kitab Al Iman. Bukankah Allah subhanahu wa ta’aala mencatat niat-niat baik kita dengan pahala yang sempurna meskipun amalan tersebut belum kita wujudkan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: “Maka barangsiapa yang bercita-cita hendak mengerjakan kebaikan tetapi belum mengamalkannya, Allah mencatat -bagi orang tersebut- di sisi-Nya dengan kebaikan yang sempurna” (Muttafaqun alaihi)
2. Wajib mengetahui hukum dari sebuah amalan sebelum mengerjakannya
Setiap muslim wajib mengilmui sesuatu sebelum mengamalkannya. Apakah amalan tersebut disyari’atkan atau tidak, apakah itu wajib atau semata mustahab (disukai)? Dan telah masyhur bagi kita (kaum muslimin) sebuah kaidah yang berbunyi: ‘Ilmu sebelum berkata dan bertindak’. Bahkan Imam Bukhari menulis demikian pada salah satu judul babnya. Dalilnya diambil dari Firman Allah:
“Maka ilmuilah bahwasanya tak ada yang berhak diibadahi kecuali ALLAH dan istighfarlah atas dosamu” (QS.Muhammad: 19)
Maka tidak layak bagi kita berkata, “Oh…jadi perbuatan saya itu salah, ya. Saya khan belum tahu hukumnya.” Terlebih lagi kalau itu perkara agama atau ibadah.
3. Disyaratkannya niat pada amalan-amalan ketaatan
Amalan taat yang tidak disertai dengan niat tidaklah dikatakan ketaatan. Begitu pula kebaikan-kebaikan tidaklah menjadi ibadah jika tidak disertai niat untuk beribadah. Karenanya pertama-tama perlu kita mengetahui apa fungsi niat bagi amal.
Sesungguhnya niatlah yang membedakan sebuah amalan. Pertama, dibedakannya amalan ibadah dengan kebiasaan atau yang bukan bersifat ibadah. Seseorang yang mandi keramas untuk kebersihan tak perlu berniat sebagaimana orang yang mandi keramas karena junub.
Kedua, dibedakannya antara ibadah yang sama satu sama lain. Jika kita dapati seseorang berpuasa di bulan Syawal, misalnya. Maka boleh jadi orang tersebut sedang membayar hutang puasanya, boleh jadi ia sedang puasa Syawal, atau boleh jadi ia sedang puasa sunnah lainnya. Yang membedakan dan menentukan untuk apa amalan tersebut adalah niatnya.
Ketiga, dibedakannya maksud dan tujuan sebuah amalan. Seseorang mengerjakan ketaatan bahkan perbuatan yang bersifat ibadah. Maka apakah perbuatan tersebut diniatkan untuk mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala atau mengharapkan selain dari itu ditentukan oleh niatnya.
4. Pentingnya ikhlas di dalam beramal.
Ada sebagian ulama yang menafsirkan makna Niat ini dengan Ikhlas. Yang demikian juga benar, karena artinya: Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung kepada keikhlasan pelakunya. Sebuah amal –betapapun baik atau bermanfaatnya itu- jika tidak dilandasi keikhlasan tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama ini semata-mata bagi-Nya…” (QS.Al Bayyinah: 5)
Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala tidak membutuhkan keringat atau harta kita. Dan mengikhlaskan amalan semata-mata karena Allah merupakan wujud mentauhidkan Allah. Artinya, ikhlas juga merupakan sebuah tuntutan dan konsekuensi dari diciptakannya kita oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Sayangnya, masih banyak orang yang salah mengerti tentang makna ikhlas. Menurut mereka, ikhlas itu artinya tidak menuntut apa-apa dari Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan mereka beranggapan bahwa, barangsiapa beribadah untuk mengharapkan surga maka itu ibadahnya pedagang. Dan barangsiapa beribadah karena takut akan neraka maka itu ibadahnya budak.
Ada lagi yang berkata, “Hendaknya kita malu untuk meminta-minta kepada Allah, karena Ia telah banyak memberikan segala sesuatu kepada kita. Apalagi, Allah Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan tanpa harus kita meminta.”
Ada lagi yang lebih lancang -semoga Allah memberinya hidayah- dengan memperumpamakan ikhlas itu keadaannya seperti kita buang air besar, di mana kita tidak memperdulikan apa yang keluar dari perut kita dan bahkan kita merasa lega setelah membuangnya.
Alangkah berbahayanya ucapan ini dan alangkah buruknya perumpamaan yang mereka berikan. Pertama, mereka telah mendustakan janji-janji dan ancaman-ancaman Allah. Lantas buat apa Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan kita surga dan menakut-nakuti kita dengan neraka, jika ibadah kita bukan karena itu?
Kedua, mereka menantang kemurkaan Allah dan menolak keridhaan-Nya. Dan jika orang tersebut tidak bertobat dari keyakinannya, sangat boleh jadi ia tak akan masuk surga karena memang ia tak mengharapkannya, dan ia akan dimasukkan ke neraka karena mengatakan tidak takutnya kepada neraka. Allah subhanahu wa ta’ala menggambarkan ikhlas dengan perumpamaan yang baik, sedang mereka menggambarkannya dengan perumpamaan yang buruk.
Ketiga, menyelisihi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan merasa lebih baik dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja berdoa ,” Ya, Allah. Aku mengharapkan ridha-Mu dan Surga. Dan aku berlindung dari murka-Mu dan Neraka.”
Keempat, melecehkan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan hamba-Nya agar berdoa,
“Dan berkata Rabb kalian: “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Kupenuhi untuk kalian…” (QS.Al Mu’min: 60)
Hendaknya kita senantiasa memperhatikan gerak hati kita, karena keikhlasan kita senantiasa diuji. Pertama, sebelum beramal, yakni berupa niat. Kepada siapa dan karena apa kita niatkan amalan kita?
Kedua, ketika tengah beramal. Boleh jadi amalan yang semula lhklas terganggu disebabkan ada kejadian-kejadian khusus dan tak terduga. Sebagai contoh, kita marah ketika ucapan salam kita tidak dijawab, atau sedekah kita ditolak mentah-mentah, atau kita tambah bersemangat ketika tahu amalan kita ada yang memperhatikan.
Ketiga, ketika amal telah berlalu. Tanpa sadar setelah mungkin bertahun-tahun kita sembunyikan, tiba-tiba dalam sebuah obrolan kita bangkit-bangkitkan jasa kita dahulu.
5. Baik buruknya amal bergantung kepada niat pelakunya
Sebuah amal kebaikan akan menjadi ibadah yang diterima manakala diniatkan dengan niat yang baik, berupa keikhlasan, dan akan menjadi buruk manakala diniatkan dengan niat buruk, berupa ksyirikan -baik kecil apalagi besar-. Akan tetapi seseorang tidak boleh menghalalkan yang haram semata-mata dengan alasan baiknya niat. Dan berangkat dari perkara inilah sesungguhnya judul tulisan di atas dibuat.
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan pembatasan pada kata Amal, di mana yang dimaksudkan adalah amalan-amalan ketaatan. Apalagi kemudian beliau tegaskan dengan contoh Hijrah. Maka tidak boleh kita meng-qiyaskan amalan yang baik ini dengan amalan yang buruk, seperti mencuri misalnya.
Namun akhir-akhir ini manusia bermudah-mudahan mengatakan, “Yang penting niat.” Atau ,”Niat kita kan baik.” Maka kemudian ditempuhlah segala cara, dihidupkanlah segala macam yang tidak disyari’atkan, dan ditempuhlah segala jalan yang tidak ada sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam padanya. Semua atas nama baiknya niat. Cukupkah itu? Cukupkah segala sesuatu hanya dengan alasan baiknya niat? Sungguh tak ada satupun manusia di muka bumi ini yang mengaku punya niat buruk. Bukankah para penjahat juga jika ditanya kenapa ia melakukan kejahatan itu, niscaya mereka mengatakan bahwa niat mereka baik -untuk menafkahi anak dan isteri-.
Seandainya memang amalan yang buruk atau jahat itu bisa menjadi baik karena niat dan yang haram bisa menjadi halal (bukan dalam hal darurat) juga karena niat, maka apa bedanya ajaran yang suci ini (Islam) dengan Machiavalisme, sebuah falsafah -Tujuan Menghalalkan Cara- yang digagas oleh si kafir Nicolo Machiavale?.
Maka hendaknya berhati-hati dalam mengatakan (“Yang penting niat.”) atau (“Niat kita kan baik.”). Boleh jadi yang mengucapkan mengira dia mengutip hadits yang mulia dan menganggap dirinya sedang mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal tanpa ia sadari ia sedang mengutip filsafat hina dan sedang mengagungkan si kafir tadi. (Na’udzubillah).
Penutup
Masih banyak faidah, fiqh, atau hikmah yang dapat kita petik selain yang telah disebutkan di atas seperti, keutamaan hijrah, balasan sesuai amalan, atau syarat diterimanya ibadah. Namun kami cukupkan pembahasan di dalam perkara yang berkaitan langsung dengan judul di atas dan dengan permasalahan yang hendak kami bahas.
Dengan melihat bagaimana para ulama berkomentar tentang hadits ini, tidak sedikitnya kitab-kitab yang diawali dengan hadits ini -bahkan itu semua adalah kitab-kitab yang terkenal-, dan begitu banyaknya ulama belakangan yang menguraikannya, cukuplah ketidakhafalan dan ketidakpahaman kita akan hadits ini sebagai bukti ketidakseriusan kita dalam beragama.
Minggu, 29 April 2012
SEBELUM MENULISKAN SESUATU DI INTERNET
Maka perhatikanlah hal berikut:
1. Ketahuilah, orang yang berakal itu tampil untuk menyampaikan sesuatu…
sedangkan orang bodoh dan suka cari perhatian menyampaikan sesuatu UNTUK TAMPIL.. dan hal ini berkaitan dengan NIAT.. maka LURUSKAN NIATMU sejak awwal..
2. Landasilah dengan ilmu (dan pemahaman yang benar)
* Kalau masalah duniawi, PASTIKAN info yang disebutkan bukan merupakan suatu DESAS-DESUS atau “KATANYA dan KATANYA” atau informasi YANG BARU SAJA DIDENGAR/DILIHAT/DIBACA tapi belum diverifikasi kebenarannya..
* Kalau masalah agama, PASTIKAN bahwa engkau MEMILIKI ILMU sebelum menyampaikannya. Ilmu tentang apa yang hendak engkau sampaikan, engkau juga HARUS TAHU/BERILMU tentang maslahat-mudharat dari apa yang akan engkau sampaikan tersebut..
3. Kemudian terus senantiasa koreksi niat ketika SEDANG, maupun SETELAH menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan.. jagalah KEIKHLASHAN tersebut, sampai akhir hayat.. jangan sampai engkau menghapus amalan tersebut disebabkan engkau riya’ atau sum’ah atau ujub karena niatmu yang jelek, atau berubahnya niatmu pada pertengahan amal, atau berubahnya niatmu setelah beramal..
Penjelasan
1. Tampil untuk menyampaikan, bukan sebaliknya
Hendaknya seseorang memperhatikan hatinya sebelum beramal/berdakwah. Apakah ia memaksudkannya untuk beribadah kepadaNya ataukah untuk mencari perhatian manusia? dan hendaknya ia senantiasa meluruskan niatnya..
Karena orang yang melaksanakan ibadah kepada Allah, ia tampil karena ia ingin melakukan/menyampaikan sesuatu; sedangkan orang yang mencari-cari perhatian melakukan/menyampaikan sesuatu untuk menampilkan dirinya..
Ketahuilah, bahwa Allah Ta’ala berfirman:
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”
(Al Baqarah 2: 22)
Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma –yang sangat luas dan mendalam ilmunya- menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan,
”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah (dalam ayat di atas, pen) adalah berbuat syirik. Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.”
[HR. Ahmad (4/403). Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiihul Jami’ (3731) dan Shahih at Targhiib wa at Tarhiib (36).]
Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di hadapan para shahabat, kemudian beliau bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ
“Wahai sekalian manusia, takutlah kalian terhadap syirik karena dia lebih halus dari langkah semut.”
Kemudian seseorang bertanya,
“Wahai Rasulallah, bagaimana kami harus menghindarinya, sementara dia lebih halus dari langkah semut?”
Maka beliau menjawab:
قُولُوا
“Bacalah,
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ
‘ALLAHUMMA INNAA NA’UUDZU BIKA MIN AN NUSYRIKA BIKA SYAY-AN NA’LAMUHU, WA NASTAGHFIRUKA LIMAA LAA NA’LAMUHU
(Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami mengetahuinya dan kami meminta ampun kepada-Mu terhadap apa yang kami tidak ketahui).’”
(HR. Ahmad, dll; dikatakan “HASAN LIGHAYRIHI” oleh Syaikh al-albaaniy dalam shahiih at-targhiib)
dari Abu Sa’id, dia berkata,
‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar bersama kami, sementara kami saling mengingatkan tentang Al Masih Ad Dajjal, maka beliau bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنْ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih aku khawatirkan terhadap diri kalian daripada Al Masih Ad Dajjal?”
Abu Sa’id berkata, “Kami (para shahabat) menjawab, “Tentu.”
Beliau bersabda:
الشِّرْكُ الْخَفِيُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ
“Syirik yang tersembunyi, yaitu seseorang mengerjakan shalat dan membaguskan shalatnya dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya.”
(HR. Ibn Maajah; dishahiihkan oleh Syaikh al Albaaniy dalam shahiih ibn maajah)
dari Mahmud bin Labid berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan dari kalian adalah syirik kecil.”
Mereka bertanya: Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الرِّيَاءُ
“Riyaa`.”
(Råsulullåh kemudian melanjutkan)
إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ يَوْمَ تُجَازَى الْعِبَادُ بِأَعْمَالِهِمْ
Allah ‘azza wajalla berfirman kepada mereka pada hari kiamat saat orang-orang diberi balasan atas amal-amal mereka:
اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ بِأَعْمَالِكُمْ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً
“Temuilah orang-orang yang dulu kau perlihat-lihatkan didunia lalu lihatlah apakah kalian menemukan balasan disisi mereka?”
(HR. Ahmad; dikatakan oleh al-’iraaqiy: “para perawinya TSIQAH (terpercaya)”, dikatakan oleh al-haytsamiy: “para perawinya para perawi yang shahiih”, dikatakan oleh al-mundziriy dan al-albaaniy: “isnadnya jayyid”)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ نَادَى مُنَادٍ
“Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir pada hari Kiamat -di hari yang tidak ada keraguan dalamnya-, maka akan ada seorang penyeru yang menyeru,
مَنْ كَانَ أَشْرَكَ فِي عَمَلٍ عَمِلَهُ لِلَّهِ فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهُ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ
“Barangsiapa berbuat syirik yang ia kerjakan untuk selain Allah, hendaknya ia meminta balasan kepada selain Allah tersebut, sesungguhnya Allah tidak membutuhkan sekutu.”
(HR. Ibn Maajah; dishahiihkan syaikh al-albaaniy dalam shahiih ibn Maajah)
RIYAA’ adalah awwal mula kesesatan…
simak perkataan seorang salafush shalih, yang mana ia berkata:
‘Al Qur`an senantiasa terbuka untuk manusia, hingga wanita, anak-anak, dan orang dewasa dapat membacanya’.
Lalu seorang laki-laki berkata:
‘Aku telah membaca Al Quran, tetapi belum juga aku diikuti, demi Allah aku akan tetap berdiri tegak di tengah-tengah mereka, mudah-mudahan aku diikuti. Lalu ia pun berdiri dengan Al Qur`an di tengah-tengah mereka, tetapi belum juga ia diikuti…
Kemudian ia berkata: ‘Sungguh aku telah membaca Al Qur`an tetapi belum juga aku diikuti, dan aku telah berdiri di tengah-tengah mereka namun belum juga diikuti, maka aku akan membuat masjid di rumahku semoga aku bisa diikuti, Kemudian ia membuat masjid di rumahnya, tetapi ia belum juga diikuti.
Kemudian ia berkata: ‘Aku telah membaca Al Qur`an tetapi belum juga aku diikuti, aku juga telah berdiri ditengah-tengah mereka tetapi belum juga diikuti, lalu aku juga sudah membuat masjid di rumah tetapi belum juga aku diikuti, demi Allah aku akan memberi suatu pernyataan kepada mereka yang tidak mereka dapatkan dalam Al Qur`an, dan belum pernah mereka dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang semoga dengna ini aku bisa diikuti.
Ulama tersebut berkata: ‘Berhati-hatilah dengan apa yang dibawa orang ini, karena apa yang ia bawa itu sesat’ “.
(Atsar riwayat ad-Darimiy)
Lihatlah… orang ini MENYAMPAIKAN UNTUK TAMPIL.. sehingga ketika ia TIDAK MENDAPATKAN RESPON MASYARAKAT.. maka ia PUTUS ASA.. hingga akhirnya ia membuat-buat hadits, agar menarik perhatian masyarakat.. atau mungkin sebagian yang lain, karena PUTUS ASA-nya malah IKUT-IKUTAN dengan kemungkaran masyarakatnya.. na’uudzubilaah.. inilah akibat niat yang jelek..
Semoga Allah menyelamatkan kita dari riyaa’ dan sum’ah; yang ia adalah SYIRIK ASHGHAR, yang dosanya SANGAT BESAR, lebih besar dari mencuri, dll. Yang amalannya itu DIHAPUSKAN pahalanya oleh Allah, yang amalannya tersebut tidak Allah butuhkan, yang amalannya tersebut diserahkan Allah kepada yang ia tujukan, padahal sesuatu/seseorang yang ia tujukan tersebut sama sekali tidak memiliki surga untuk membalas kebaikan..
2. Menyangkut apa yang disampaikan
- Menyampaikan Perkara duniawi
Ketahuilah terlarang bagi kita menyampaikan desas-desus (kabar yang belum kita verifikasi kebenarannya) karena hal ini DILARANG NABI shallallahu ‘alayhi wa sallam.. berkata Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallah ‘anhu:
“Adalah Rasulullah melarang dari ‘katanya dan katanya‘, banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan menyia-nyiakan harta.“
(Shahih, HR. Al-Bukhari)
Nabi shallallåhu ‘alaihi wa sallam berkata
إن الله يرضى لكم ثلاثاً، ويسخط لكم ثلاثاً؛
“Sesungguhnya Allah meridlai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal.
يرضى لكم
Allah ridha jika kalian
أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئاً،
- Menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun,
أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئاً،
- jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya
وأن تناصحوا من ولاه الله أمركم،
- dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian.
ويكره لكم،
Allah murka jika kalian:
قيل وقال،
(sibuk dengan) desa-desus (atau bahkan menyampaikan desas-desus sebelum memverifikasinya)
وكثرة السؤال،
banyak mengemukakan pertanyaan (yang tidak berguna)
وإضاعة المال
serta membuang-buang harta (dijalan yang mungkar, atau berlebih-lebihan dijalan yang mubah)”
(Shahiih, lihat silsilah ash shahiihah)
Bahkan orang-orang yang MENYAMPAIKAN setiap apa yang didengarnya maka disebut nabi PENDUSTA..
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
‘Cukuplah seseorang disebut pendusta bila ia menyampaikan seluruh apa yang ia dengar.’
(HR Muslim)
Hal ini BERTAMBAH PARAH dosanya, apabila menyangkut masalah agama.. maka janganlah engkau berkata dalam maslaah agama, SAMPAI ENGKAU PUNYA ILMU.. bukan hanya berasal dari “kata si fulaan” dsb..
- Menyampaikan perkara agama
Ketahuilah ini adalah perkara BERAT, maka janganlah kita MENGGAMPANGKAN diri kita dalam masalah ini.. Terlebih lagi apabila kita BELUM BERILMU.
Betapa banyak kita melihat KESESATAN bertebaran di masyarakat disebabkan orang-orang yang BERBICARA TANPA ILMU1 ?!
Ini semua akibat dari ia berdakwah tanpa didasari ilmu, ia mengira berdakwah tanpa ilmu itu sah-sah saja, bahkan ia berdalil “Sampaikan walau hanya satu ayat” tanpa memahami makna hadits tersebut.
Sehingga ketika ia sudah TERKENAL, POPULER dan PUNYA BANYAK PENGIKUT akibat dakwah-nya yang berdasarkan kebodohan tersebut, ia TIDAK MAU mengikuti kebenaran ketika ia diluruskan… Bahkan yang ada dirinya berdalih dengan NIAT BAIK.. Sesungguhnya orang-orang ini termasuk dalam firmanNya:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ . أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
(QS al Baqarah: 11-12)
Benarlah… Karena KEBODOHAN MEREKA (beramal tanpa ilmu) mereka TIDAK SADAR BERBUAT KESESATAN, bahkan mereka -dengan kebodohan mereka- MENGIRA TELAH BERBUAT BAIK.. tapi Nyatanya, dalih niat baik itu BUKAN HUJJAH.. karena apa yang mereka perbuat, MENYELISIHI SYARI’AT ALLAAH..
Oleh karenanya benarlah perkataan ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziiz rahimahullah:
مَنْ تَعَبَّدَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
“Barangsiapa (yang) beribadah (tapi) tanpa ilmu, (maka) ia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki..”
Maka janganlah engkau ingin memperbaiki orang lain, sementara engkau lupa bahwa pertama-tama engkau harus memperbaiki dirimu sendiri… Maka perbaikilah dirimu DENGAN MENUNTUT ILMU terlebih dahulu, barulah ketika engkau telah memiliki ilmu, SAMPAIKANLAH ilmu tersebut dengan benar kepada orang lain.
3. Renungan setelah beramal
Mungkin ketika kita sudah mengaplikasikan DUA POINT PERTAMA.. maka kita KURANG MENDAPATKAN RESPON.. apakah itu “kita tidak diperhatikan” atau “diperhatikan tapi tidak direspon” atau sebagiannya..
maka akhi, kalaulah apa yang kita sampaikan itu BENAR, dan kita telah menyampaikannya dengan cara yang benar pula..
maka: ingatlah niat awwal kita..
- kepada siapakah kita melakukan hal ini? kepada Allah ataukah kepada manusia?
- untuk apakah kita melakukan hal ini? untuk mencari keridha-anNya atau keridhan manusia?
apabila seseorang yang rusak niatnya diakhirnya, maka itu pertanda niat awalnya itu sudah rusak, namun ia tidak menyadari… ya subhaanallaah..
Allah berfirman:
أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Atau kamu meminta upah kepada mereka?”, maka upah (pahala) dari Rabbmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.
(Al-Mukminun: 72)
Allah berfirman kepada Rasuulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam:
وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ
Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.
(Yusuf: 104)
Dan perkataan ORANG-ORANG BERIMAN (didalam HATI mereka):
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan Wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
(Al-Insaan: 9)
Berkata Sa’id ibn Jubeyr Rahimahullaah, ahli tafsir dari kalangan tabi’in:
“Demi Allaah, mereka TIDAK MENGUCAPKAN DENGAN LISAN-LISAN MEREKA ketika didunia, tapi perkataan diatas ini adalah apa yang ada DIDALAM HATI MEREKA…”
(Lihat tafsiir ibn katsiir)
Maka ketika statusmu itu SEDIKIT YANG NGE-LIKE bahkan TIDAK ADA YANG NGELIKE.. janganlah kecewa.. jika engkau kecewa.. apa kekecewaanmu karena SEDIKIT YANG NGE-LIKE atau TIDAK ADA YANG NGE-LIKE?! itukah SUMBER KEKECEWAANMU?! maka hendaknya engkau mengoreksi kembali niatmu.. barangkali niatmu dalam membuat statusmu itu adalah untuk MENCARI LIKE atau MENCARI COMMENTS bukan untuk MENCARI WAJAH ALLAH..
ketahuilah DENGAN DIBACA-NYA postinganmu itu oleh orang lain, maka engkau sudah bisa BERSYUKUR karena ilmu telah sampai kepadanya.. baik ia me-like atau tidak me-like.. yang terpenting, dia sudah membacanya.. walaupun itu SATU ORANG..
bagiamana kalau tidak ada yang membaca? ketahuilah ya akhi.. bukankah kita meniatkan ini untuk Allah?! bukankah Allah Maha Mengetahui? Maha Melihat? lagi Maha Mensyukuri?! tidakkah cukup Allah bagi kita? jika sekiranya SELURUH MANUSIA tidak mendengar atau bahkan menentang kita? padahal kita telah menyampaikan kebenaran, dan menyampaikan dengan benar.. maka orang YANG LEBIH BAIK dari kita TELAH MENGALAMINYA.. YAITU RASUULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAYHI WA SALLAM:
tentang dakwah beliau Allah berfirman:
وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“… dan sesungguhnya engkau benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
(QS. Asy-Syura [42]: 52)
mengartikan dakwah beliau dakwah yang SEMPURNA baik dalam hal ilmu, maupun penyampaian.. khususnya penyampaian, maka AKHLAQ beliau adalah akhlaq yang MULIA.. sebagaimana firmanNya:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlaq yang mulia.
(Al-Qalam: 4)
tapi Allah berfirman:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
(al Qashash: 56)
Allah juga berfirman:
أَفَأَنتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَمَن كَانَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
(Az-Zukhruf: 40)
Dan kesedihan dalam hal ini wajar, yaitu kesedihan orang-orang jauh dari kebenaran tidak mau mendengar kebenaran, tidak mau memahimnya, serta tidak mau mengikutinya (membenarkannya).. karena ini adalah akhlaq nabi kita shallallahu ‘alayhi wa sallam, sampai-sampai Allah berfirman tentang beliau:
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).
(Al-Kahf: 6)
inilah keagungan akhlaq beliau.. dimana Allah berfirman:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, SANGAT MENGINGINKAN (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
(At-Tawbah: 128)
Maka kita sebagai pihak yang menyampaikan kebenaran, berkata:
لاَ حَوْلاَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ باِللهِ
“Tidak ada kemampuan bagi kami dalam melakukan amalan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah, dan tidak ada kekuatan bagi kami untuk meninggalkan maksiat kecuali dengan pertolongan dari Allah (pula).”
Maka tidak ada kemampuan pula bagi kami untuk memberi SETIAP MANUSIA hidayah, sebagaimana kami tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan hidayahMu yaa Allaah.. kami bertawakkal kepadaMu (setelah ikhtiar kami) dan sesungguhnya akhir yang baik bagi mereka yang bertawakkal..
Maka niatkanlah SEGALA AMALAN IBADAH kita dengan niat yang lurus, dan jagalah niat tersebut hingga akhir hayatmu; agar kelak di yawmil hisab, engkau dapat melihat dan memetik hasil dari apa-apa yang sudah engkau kerjakan; hanya Allah-lah yang memberi kita taufiq (kemudahan serta pertolongan) untuk melakukan demikian..
1. Ketahuilah, orang yang berakal itu tampil untuk menyampaikan sesuatu…
sedangkan orang bodoh dan suka cari perhatian menyampaikan sesuatu UNTUK TAMPIL.. dan hal ini berkaitan dengan NIAT.. maka LURUSKAN NIATMU sejak awwal..
2. Landasilah dengan ilmu (dan pemahaman yang benar)
* Kalau masalah duniawi, PASTIKAN info yang disebutkan bukan merupakan suatu DESAS-DESUS atau “KATANYA dan KATANYA” atau informasi YANG BARU SAJA DIDENGAR/DILIHAT/DIBACA tapi belum diverifikasi kebenarannya..
* Kalau masalah agama, PASTIKAN bahwa engkau MEMILIKI ILMU sebelum menyampaikannya. Ilmu tentang apa yang hendak engkau sampaikan, engkau juga HARUS TAHU/BERILMU tentang maslahat-mudharat dari apa yang akan engkau sampaikan tersebut..
3. Kemudian terus senantiasa koreksi niat ketika SEDANG, maupun SETELAH menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan.. jagalah KEIKHLASHAN tersebut, sampai akhir hayat.. jangan sampai engkau menghapus amalan tersebut disebabkan engkau riya’ atau sum’ah atau ujub karena niatmu yang jelek, atau berubahnya niatmu pada pertengahan amal, atau berubahnya niatmu setelah beramal..
Penjelasan
1. Tampil untuk menyampaikan, bukan sebaliknya
Hendaknya seseorang memperhatikan hatinya sebelum beramal/berdakwah. Apakah ia memaksudkannya untuk beribadah kepadaNya ataukah untuk mencari perhatian manusia? dan hendaknya ia senantiasa meluruskan niatnya..
Karena orang yang melaksanakan ibadah kepada Allah, ia tampil karena ia ingin melakukan/menyampaikan sesuatu; sedangkan orang yang mencari-cari perhatian melakukan/menyampaikan sesuatu untuk menampilkan dirinya..
Ketahuilah, bahwa Allah Ta’ala berfirman:
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”
(Al Baqarah 2: 22)
Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma –yang sangat luas dan mendalam ilmunya- menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan,
”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah (dalam ayat di atas, pen) adalah berbuat syirik. Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.”
[HR. Ahmad (4/403). Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiihul Jami’ (3731) dan Shahih at Targhiib wa at Tarhiib (36).]
Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di hadapan para shahabat, kemudian beliau bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ
“Wahai sekalian manusia, takutlah kalian terhadap syirik karena dia lebih halus dari langkah semut.”
Kemudian seseorang bertanya,
“Wahai Rasulallah, bagaimana kami harus menghindarinya, sementara dia lebih halus dari langkah semut?”
Maka beliau menjawab:
قُولُوا
“Bacalah,
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ
‘ALLAHUMMA INNAA NA’UUDZU BIKA MIN AN NUSYRIKA BIKA SYAY-AN NA’LAMUHU, WA NASTAGHFIRUKA LIMAA LAA NA’LAMUHU
(Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami mengetahuinya dan kami meminta ampun kepada-Mu terhadap apa yang kami tidak ketahui).’”
(HR. Ahmad, dll; dikatakan “HASAN LIGHAYRIHI” oleh Syaikh al-albaaniy dalam shahiih at-targhiib)
dari Abu Sa’id, dia berkata,
‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar bersama kami, sementara kami saling mengingatkan tentang Al Masih Ad Dajjal, maka beliau bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنْ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih aku khawatirkan terhadap diri kalian daripada Al Masih Ad Dajjal?”
Abu Sa’id berkata, “Kami (para shahabat) menjawab, “Tentu.”
Beliau bersabda:
الشِّرْكُ الْخَفِيُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ
“Syirik yang tersembunyi, yaitu seseorang mengerjakan shalat dan membaguskan shalatnya dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya.”
(HR. Ibn Maajah; dishahiihkan oleh Syaikh al Albaaniy dalam shahiih ibn maajah)
dari Mahmud bin Labid berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan dari kalian adalah syirik kecil.”
Mereka bertanya: Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الرِّيَاءُ
“Riyaa`.”
(Råsulullåh kemudian melanjutkan)
إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ يَوْمَ تُجَازَى الْعِبَادُ بِأَعْمَالِهِمْ
Allah ‘azza wajalla berfirman kepada mereka pada hari kiamat saat orang-orang diberi balasan atas amal-amal mereka:
اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ بِأَعْمَالِكُمْ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً
“Temuilah orang-orang yang dulu kau perlihat-lihatkan didunia lalu lihatlah apakah kalian menemukan balasan disisi mereka?”
(HR. Ahmad; dikatakan oleh al-’iraaqiy: “para perawinya TSIQAH (terpercaya)”, dikatakan oleh al-haytsamiy: “para perawinya para perawi yang shahiih”, dikatakan oleh al-mundziriy dan al-albaaniy: “isnadnya jayyid”)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ نَادَى مُنَادٍ
“Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir pada hari Kiamat -di hari yang tidak ada keraguan dalamnya-, maka akan ada seorang penyeru yang menyeru,
مَنْ كَانَ أَشْرَكَ فِي عَمَلٍ عَمِلَهُ لِلَّهِ فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهُ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ
“Barangsiapa berbuat syirik yang ia kerjakan untuk selain Allah, hendaknya ia meminta balasan kepada selain Allah tersebut, sesungguhnya Allah tidak membutuhkan sekutu.”
(HR. Ibn Maajah; dishahiihkan syaikh al-albaaniy dalam shahiih ibn Maajah)
RIYAA’ adalah awwal mula kesesatan…
simak perkataan seorang salafush shalih, yang mana ia berkata:
‘Al Qur`an senantiasa terbuka untuk manusia, hingga wanita, anak-anak, dan orang dewasa dapat membacanya’.
Lalu seorang laki-laki berkata:
‘Aku telah membaca Al Quran, tetapi belum juga aku diikuti, demi Allah aku akan tetap berdiri tegak di tengah-tengah mereka, mudah-mudahan aku diikuti. Lalu ia pun berdiri dengan Al Qur`an di tengah-tengah mereka, tetapi belum juga ia diikuti…
Kemudian ia berkata: ‘Sungguh aku telah membaca Al Qur`an tetapi belum juga aku diikuti, dan aku telah berdiri di tengah-tengah mereka namun belum juga diikuti, maka aku akan membuat masjid di rumahku semoga aku bisa diikuti, Kemudian ia membuat masjid di rumahnya, tetapi ia belum juga diikuti.
Kemudian ia berkata: ‘Aku telah membaca Al Qur`an tetapi belum juga aku diikuti, aku juga telah berdiri ditengah-tengah mereka tetapi belum juga diikuti, lalu aku juga sudah membuat masjid di rumah tetapi belum juga aku diikuti, demi Allah aku akan memberi suatu pernyataan kepada mereka yang tidak mereka dapatkan dalam Al Qur`an, dan belum pernah mereka dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang semoga dengna ini aku bisa diikuti.
Ulama tersebut berkata: ‘Berhati-hatilah dengan apa yang dibawa orang ini, karena apa yang ia bawa itu sesat’ “.
(Atsar riwayat ad-Darimiy)
Lihatlah… orang ini MENYAMPAIKAN UNTUK TAMPIL.. sehingga ketika ia TIDAK MENDAPATKAN RESPON MASYARAKAT.. maka ia PUTUS ASA.. hingga akhirnya ia membuat-buat hadits, agar menarik perhatian masyarakat.. atau mungkin sebagian yang lain, karena PUTUS ASA-nya malah IKUT-IKUTAN dengan kemungkaran masyarakatnya.. na’uudzubilaah.. inilah akibat niat yang jelek..
Semoga Allah menyelamatkan kita dari riyaa’ dan sum’ah; yang ia adalah SYIRIK ASHGHAR, yang dosanya SANGAT BESAR, lebih besar dari mencuri, dll. Yang amalannya itu DIHAPUSKAN pahalanya oleh Allah, yang amalannya tersebut tidak Allah butuhkan, yang amalannya tersebut diserahkan Allah kepada yang ia tujukan, padahal sesuatu/seseorang yang ia tujukan tersebut sama sekali tidak memiliki surga untuk membalas kebaikan..
2. Menyangkut apa yang disampaikan
- Menyampaikan Perkara duniawi
Ketahuilah terlarang bagi kita menyampaikan desas-desus (kabar yang belum kita verifikasi kebenarannya) karena hal ini DILARANG NABI shallallahu ‘alayhi wa sallam.. berkata Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallah ‘anhu:
“Adalah Rasulullah melarang dari ‘katanya dan katanya‘, banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan menyia-nyiakan harta.“
(Shahih, HR. Al-Bukhari)
Nabi shallallåhu ‘alaihi wa sallam berkata
إن الله يرضى لكم ثلاثاً، ويسخط لكم ثلاثاً؛
“Sesungguhnya Allah meridlai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal.
يرضى لكم
Allah ridha jika kalian
أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئاً،
- Menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun,
أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئاً،
- jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya
وأن تناصحوا من ولاه الله أمركم،
- dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian.
ويكره لكم،
Allah murka jika kalian:
قيل وقال،
(sibuk dengan) desa-desus (atau bahkan menyampaikan desas-desus sebelum memverifikasinya)
وكثرة السؤال،
banyak mengemukakan pertanyaan (yang tidak berguna)
وإضاعة المال
serta membuang-buang harta (dijalan yang mungkar, atau berlebih-lebihan dijalan yang mubah)”
(Shahiih, lihat silsilah ash shahiihah)
Bahkan orang-orang yang MENYAMPAIKAN setiap apa yang didengarnya maka disebut nabi PENDUSTA..
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
‘Cukuplah seseorang disebut pendusta bila ia menyampaikan seluruh apa yang ia dengar.’
(HR Muslim)
Hal ini BERTAMBAH PARAH dosanya, apabila menyangkut masalah agama.. maka janganlah engkau berkata dalam maslaah agama, SAMPAI ENGKAU PUNYA ILMU.. bukan hanya berasal dari “kata si fulaan” dsb..
- Menyampaikan perkara agama
Ketahuilah ini adalah perkara BERAT, maka janganlah kita MENGGAMPANGKAN diri kita dalam masalah ini.. Terlebih lagi apabila kita BELUM BERILMU.
Betapa banyak kita melihat KESESATAN bertebaran di masyarakat disebabkan orang-orang yang BERBICARA TANPA ILMU1 ?!
Ini semua akibat dari ia berdakwah tanpa didasari ilmu, ia mengira berdakwah tanpa ilmu itu sah-sah saja, bahkan ia berdalil “Sampaikan walau hanya satu ayat” tanpa memahami makna hadits tersebut.
Sehingga ketika ia sudah TERKENAL, POPULER dan PUNYA BANYAK PENGIKUT akibat dakwah-nya yang berdasarkan kebodohan tersebut, ia TIDAK MAU mengikuti kebenaran ketika ia diluruskan… Bahkan yang ada dirinya berdalih dengan NIAT BAIK.. Sesungguhnya orang-orang ini termasuk dalam firmanNya:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ . أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
(QS al Baqarah: 11-12)
Benarlah… Karena KEBODOHAN MEREKA (beramal tanpa ilmu) mereka TIDAK SADAR BERBUAT KESESATAN, bahkan mereka -dengan kebodohan mereka- MENGIRA TELAH BERBUAT BAIK.. tapi Nyatanya, dalih niat baik itu BUKAN HUJJAH.. karena apa yang mereka perbuat, MENYELISIHI SYARI’AT ALLAAH..
Oleh karenanya benarlah perkataan ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziiz rahimahullah:
مَنْ تَعَبَّدَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
“Barangsiapa (yang) beribadah (tapi) tanpa ilmu, (maka) ia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki..”
Maka janganlah engkau ingin memperbaiki orang lain, sementara engkau lupa bahwa pertama-tama engkau harus memperbaiki dirimu sendiri… Maka perbaikilah dirimu DENGAN MENUNTUT ILMU terlebih dahulu, barulah ketika engkau telah memiliki ilmu, SAMPAIKANLAH ilmu tersebut dengan benar kepada orang lain.
3. Renungan setelah beramal
Mungkin ketika kita sudah mengaplikasikan DUA POINT PERTAMA.. maka kita KURANG MENDAPATKAN RESPON.. apakah itu “kita tidak diperhatikan” atau “diperhatikan tapi tidak direspon” atau sebagiannya..
maka akhi, kalaulah apa yang kita sampaikan itu BENAR, dan kita telah menyampaikannya dengan cara yang benar pula..
maka: ingatlah niat awwal kita..
- kepada siapakah kita melakukan hal ini? kepada Allah ataukah kepada manusia?
- untuk apakah kita melakukan hal ini? untuk mencari keridha-anNya atau keridhan manusia?
apabila seseorang yang rusak niatnya diakhirnya, maka itu pertanda niat awalnya itu sudah rusak, namun ia tidak menyadari… ya subhaanallaah..
Allah berfirman:
أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Atau kamu meminta upah kepada mereka?”, maka upah (pahala) dari Rabbmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.
(Al-Mukminun: 72)
Allah berfirman kepada Rasuulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam:
وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ
Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.
(Yusuf: 104)
Dan perkataan ORANG-ORANG BERIMAN (didalam HATI mereka):
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan Wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
(Al-Insaan: 9)
Berkata Sa’id ibn Jubeyr Rahimahullaah, ahli tafsir dari kalangan tabi’in:
“Demi Allaah, mereka TIDAK MENGUCAPKAN DENGAN LISAN-LISAN MEREKA ketika didunia, tapi perkataan diatas ini adalah apa yang ada DIDALAM HATI MEREKA…”
(Lihat tafsiir ibn katsiir)
Maka ketika statusmu itu SEDIKIT YANG NGE-LIKE bahkan TIDAK ADA YANG NGELIKE.. janganlah kecewa.. jika engkau kecewa.. apa kekecewaanmu karena SEDIKIT YANG NGE-LIKE atau TIDAK ADA YANG NGE-LIKE?! itukah SUMBER KEKECEWAANMU?! maka hendaknya engkau mengoreksi kembali niatmu.. barangkali niatmu dalam membuat statusmu itu adalah untuk MENCARI LIKE atau MENCARI COMMENTS bukan untuk MENCARI WAJAH ALLAH..
ketahuilah DENGAN DIBACA-NYA postinganmu itu oleh orang lain, maka engkau sudah bisa BERSYUKUR karena ilmu telah sampai kepadanya.. baik ia me-like atau tidak me-like.. yang terpenting, dia sudah membacanya.. walaupun itu SATU ORANG..
bagiamana kalau tidak ada yang membaca? ketahuilah ya akhi.. bukankah kita meniatkan ini untuk Allah?! bukankah Allah Maha Mengetahui? Maha Melihat? lagi Maha Mensyukuri?! tidakkah cukup Allah bagi kita? jika sekiranya SELURUH MANUSIA tidak mendengar atau bahkan menentang kita? padahal kita telah menyampaikan kebenaran, dan menyampaikan dengan benar.. maka orang YANG LEBIH BAIK dari kita TELAH MENGALAMINYA.. YAITU RASUULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAYHI WA SALLAM:
tentang dakwah beliau Allah berfirman:
وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“… dan sesungguhnya engkau benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
(QS. Asy-Syura [42]: 52)
mengartikan dakwah beliau dakwah yang SEMPURNA baik dalam hal ilmu, maupun penyampaian.. khususnya penyampaian, maka AKHLAQ beliau adalah akhlaq yang MULIA.. sebagaimana firmanNya:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlaq yang mulia.
(Al-Qalam: 4)
tapi Allah berfirman:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
(al Qashash: 56)
Allah juga berfirman:
أَفَأَنتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَمَن كَانَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
(Az-Zukhruf: 40)
Dan kesedihan dalam hal ini wajar, yaitu kesedihan orang-orang jauh dari kebenaran tidak mau mendengar kebenaran, tidak mau memahimnya, serta tidak mau mengikutinya (membenarkannya).. karena ini adalah akhlaq nabi kita shallallahu ‘alayhi wa sallam, sampai-sampai Allah berfirman tentang beliau:
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).
(Al-Kahf: 6)
inilah keagungan akhlaq beliau.. dimana Allah berfirman:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, SANGAT MENGINGINKAN (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
(At-Tawbah: 128)
Maka kita sebagai pihak yang menyampaikan kebenaran, berkata:
لاَ حَوْلاَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ باِللهِ
“Tidak ada kemampuan bagi kami dalam melakukan amalan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah, dan tidak ada kekuatan bagi kami untuk meninggalkan maksiat kecuali dengan pertolongan dari Allah (pula).”
Maka tidak ada kemampuan pula bagi kami untuk memberi SETIAP MANUSIA hidayah, sebagaimana kami tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan hidayahMu yaa Allaah.. kami bertawakkal kepadaMu (setelah ikhtiar kami) dan sesungguhnya akhir yang baik bagi mereka yang bertawakkal..
Maka niatkanlah SEGALA AMALAN IBADAH kita dengan niat yang lurus, dan jagalah niat tersebut hingga akhir hayatmu; agar kelak di yawmil hisab, engkau dapat melihat dan memetik hasil dari apa-apa yang sudah engkau kerjakan; hanya Allah-lah yang memberi kita taufiq (kemudahan serta pertolongan) untuk melakukan demikian..
Selasa, 27 April 2010
Nasehat buat Sahabatku Generasi Muda bag.2
8. MEMPERBAIKI AHLAK YANG BURUK.
Allah Subhanahu wa ta'ala menyeru manusia berahlak mulia oleh karna itu sebenarnya manusia pada dasarnya berahlak mulia sebagaimana mereka mampu menghindarkan diri daripada maksiat.Hanya saja kita sebenarnya terperangkap dalam perangkap syetan,memperturut hawa nafsu yang tunggangi oleh syetan yang menawarkan keindahan,kemewahan,kenikmatan,padahal yang sebenarnya tipu daya syetan itu lemah sebagaimana dalam surah An Nisa 76.
Maka dari itu kita harus perbanyak mengingat Allah,tingkatkan ibadah kita sebagaimana wasiat Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam "Wahai remaja peliharalah perintah Allah,niscaya Allah akan menjaga kamu,peliharalah hukum2 Allah niscaya Allah bersama kamu,jika kamu memohon sesuatu maka mohonlah kepada Allah" (Hadist Hasan shahì riwayat Imam Tirmidzi).
9. UMUR MUDA SANGAT BERHARGA.
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda "sekali2 tak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sehingga kepadanya di tanya tentang 4 perkara : 1. Tentang umurnya kemana dia habiskan. 2. Tentang masa mudanya kemana dia pergunakan. 3. Tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana ia belanjakan. 4. Tentang ilmunya apakah yang dia amalkan"(Hr.Al Bazzar dan Al Tabrany dengan sanad shahih).
Dalam hadist ini selain umur juga akan ditanya tentang masa muda kita.Masa muda adalah masa yang sangat tinggi nilainya dan sangat berharga.Oleh karna itu sepatutnya mempergunakan masa muda dgn sebaik2nya untuk amal ibadah yang bermanfaat untuk di dunia maupun akhirat.Tak sewajarnya kita menyia2kan masa muda,
Masa adalah kehidupan,sebanyak mana masa itu disia2kan maka berarti sebanyak itu pulalah kehidupan kita telah sia2kan.
10. ALLAH SANGAT CINTA KEPADA PEMUDA YANG TAUBAT.
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda " Aku cinta kepada 3 golongan tetapi terhadap 3 golongan lainnya lebih Aku cintai :1. Aku cinta kepada orang yang pemurah tetapi terhadap orang yang hidupnya sederhana dan pemurah pula maka dia lebih Aku cintai. 2. Aku cinta kepada orang yang tawadhu/rendah diri tetapi terhadap orang kaya/pangkat dan tawadhu pula maka Aku lebih cintai. 3. Aku cinta kepada orang yang taubat kepadaKU tetapi terhadap anak muda yang bertaubat kepadaKU maka dia lebih Aku cintai" (Hadist Qudsy shahih riwayat Ibnu Hibban).
Allah lebih mencintai anak muda karna anak muda lebih kuat ransangan nafsu syahwat,jiwa mereka belum tenang kadang labil,bimbang.Maka dari itu Allah sangat mencintai jika kita remaja bertaubat.
11. KEMANA KITA AKAN PERGI SETELAH MATI ?
Tiap manusia pasti akan merasakan mati serta setiap manusia pasti akan ditanya dan bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan,jadi kita cuma menunggu giliran sampai waktunya tiba kita mesti sedia selalu.Malaikat Maut akan mencabut nyawa manusia tanpa memilih umur.
Kematian bukanlah seperti kematian bintang yang jika mati habis perkara.Kita akan ditanya,diminta pertanggung jawaban.Ujian disana tak seperti di dunia jika kita salah bisa bertaubat dan memperbaikinya.
Kegagalan di sana Neraka tempatnya yang panasnya 70 kali lipa dibanding panas api dunia.Disana bukan mulut yang menjawab tetapi Amal.Apakah yang kita akan jawab jika hidup kita bergelimang dengan maksiat ?
Sahabatku semoga ini menjadi nasehat dan dijadikan sebagai renungan untuk kita semua dan paling utama pada si penulisnya.jADILAH PEMUDA ISLAM YANG BERAKHLAK MULIA,BUATLAH PONDASI YANG KOKOH
Allah Subhanahu wa ta'ala menyeru manusia berahlak mulia oleh karna itu sebenarnya manusia pada dasarnya berahlak mulia sebagaimana mereka mampu menghindarkan diri daripada maksiat.Hanya saja kita sebenarnya terperangkap dalam perangkap syetan,memperturut hawa nafsu yang tunggangi oleh syetan yang menawarkan keindahan,kemewahan,kenikmatan,padahal yang sebenarnya tipu daya syetan itu lemah sebagaimana dalam surah An Nisa 76.
Maka dari itu kita harus perbanyak mengingat Allah,tingkatkan ibadah kita sebagaimana wasiat Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam "Wahai remaja peliharalah perintah Allah,niscaya Allah akan menjaga kamu,peliharalah hukum2 Allah niscaya Allah bersama kamu,jika kamu memohon sesuatu maka mohonlah kepada Allah" (Hadist Hasan shahì riwayat Imam Tirmidzi).
9. UMUR MUDA SANGAT BERHARGA.
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda "sekali2 tak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sehingga kepadanya di tanya tentang 4 perkara : 1. Tentang umurnya kemana dia habiskan. 2. Tentang masa mudanya kemana dia pergunakan. 3. Tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana ia belanjakan. 4. Tentang ilmunya apakah yang dia amalkan"(Hr.Al Bazzar dan Al Tabrany dengan sanad shahih).
Dalam hadist ini selain umur juga akan ditanya tentang masa muda kita.Masa muda adalah masa yang sangat tinggi nilainya dan sangat berharga.Oleh karna itu sepatutnya mempergunakan masa muda dgn sebaik2nya untuk amal ibadah yang bermanfaat untuk di dunia maupun akhirat.Tak sewajarnya kita menyia2kan masa muda,
Masa adalah kehidupan,sebanyak mana masa itu disia2kan maka berarti sebanyak itu pulalah kehidupan kita telah sia2kan.
10. ALLAH SANGAT CINTA KEPADA PEMUDA YANG TAUBAT.
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda " Aku cinta kepada 3 golongan tetapi terhadap 3 golongan lainnya lebih Aku cintai :1. Aku cinta kepada orang yang pemurah tetapi terhadap orang yang hidupnya sederhana dan pemurah pula maka dia lebih Aku cintai. 2. Aku cinta kepada orang yang tawadhu/rendah diri tetapi terhadap orang kaya/pangkat dan tawadhu pula maka Aku lebih cintai. 3. Aku cinta kepada orang yang taubat kepadaKU tetapi terhadap anak muda yang bertaubat kepadaKU maka dia lebih Aku cintai" (Hadist Qudsy shahih riwayat Ibnu Hibban).
Allah lebih mencintai anak muda karna anak muda lebih kuat ransangan nafsu syahwat,jiwa mereka belum tenang kadang labil,bimbang.Maka dari itu Allah sangat mencintai jika kita remaja bertaubat.
11. KEMANA KITA AKAN PERGI SETELAH MATI ?
Tiap manusia pasti akan merasakan mati serta setiap manusia pasti akan ditanya dan bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan,jadi kita cuma menunggu giliran sampai waktunya tiba kita mesti sedia selalu.Malaikat Maut akan mencabut nyawa manusia tanpa memilih umur.
Kematian bukanlah seperti kematian bintang yang jika mati habis perkara.Kita akan ditanya,diminta pertanggung jawaban.Ujian disana tak seperti di dunia jika kita salah bisa bertaubat dan memperbaikinya.
Kegagalan di sana Neraka tempatnya yang panasnya 70 kali lipa dibanding panas api dunia.Disana bukan mulut yang menjawab tetapi Amal.Apakah yang kita akan jawab jika hidup kita bergelimang dengan maksiat ?
Sahabatku semoga ini menjadi nasehat dan dijadikan sebagai renungan untuk kita semua dan paling utama pada si penulisnya.jADILAH PEMUDA ISLAM YANG BERAKHLAK MULIA,BUATLAH PONDASI YANG KOKOH
Nasehat buat Sahabatku generasi muda
Kita ketahui fenomena jaman sekarang kebanyakan diantara kita terjerumus dengan kemaksiatan,pergaulan bebas sehingga ahlak,moral kita hancur tanpa kita sadari,kita semakin jauh dgn agama,tak ada lagi etika,rasa hormat kepada orang tua,tak berminat menuntut ilmu agama.Ada juga sibuk mengejar ilmu tapi kurang pengamalan
Kita harus menyadari apa dan untuk apa kita berada di dunia ini.Beberapa renungan :
1. SIAPAKAH MANUSIA ?
Manusia adalah mahluk Allah Paling istimewa,sempurna.Keindahan manusia bukan hanya terletak pada paras tapi sangat ditentukan oleh ahlak dan budi pekertinya,karna pada dasarnya manusia adalah mahluk yg berilmu,berakal.
Keistimewaan manusia telah kita lihat kisah Nabi Adam yg tak dimiliki oleh para malaikat sehingga disuruh sujud pada beliau.Itulah karna Nabi Adam Ada ilmu yang tak ada pada malaikat.Manusia dipandang mulia bukan karna ia berasal dari Nabi Adam tetapi kemulian mereka mahluk yang berilmu,berfikir.(lihat kisah ini dalam surah Al Baqarah 30-34).
2. DARI MANA ASAL MANUSIA ?
Manusia yang pertama kali diciptakan adalah Nabi Adam dari unsur tanah.Pada dasarnya bahwa asal manusia adalah dari air mani sebagaimana dalam (surah Al-Haj 5).Kita merupakan keturunan dari Adam dan Hawa,kita mahluk mulia.Allah mengingatkan kita manusia akan direndahkan oleh Allan dan kita akan ditempatkan dalam neraka keculali ada dua sifat yaituh Iman Dan Amal shalih (lihat At-Tin 5-6).
3. APAKAH TUJUAN HIDUP KITA ?
Ingatlah yang paling utama dan layak menentukan hidup kita adalah Allah Subhanahu wa ta'ala sebagaimana dlm surah Adz Dzaariyat 56 Aku Tak menciptakan jin dan manusia kecuali menyembah kepadaku.Maksud ibadah adalah patuh,taat kepada Allah.
Segala bentuk aktivitas yang kita jalani itu harus dengan ibadah mengharap ridhoNYA,segala ucapan,perbuatan yang lahir dan bathin.Maka dari itu kesalahan pada kita jika berpendapat tujuan hidup untuk bersenang2 saja,hidup untuk makan,jikalau begitu apa bedanya kita dengan hewan.
Perlu kita ketahui kita diciptakan sebagai KHALIFAH ALLAH diatas muka bumi ini,dan makna KHALIFAH adalah pelaksana kehendak2 Allah.Maka dari itu kita umat Nabi Muhammad shallallahu 'Alaihi wasallam seharusnya berpedoman pada Al Qur'an Dan Sunnah dalam hal ini kita lihat dalm surah Al Ahzab 36.
4. SIAPAKAH MUSUH KITA ?
Hal yang perlu kita perhatikan dan sadari bahwa musuh utama kita adalah IBLIS atau SYAITHAN.Dia tak mau sujud pada Nabi kita Adam alaihi salam.Sikapnya sombong lihat surah yasin 60-61.Maka dari itu Allah melarang kita mengikuti jejak langkah syetan,Allah Memberi isyarat agar kita hendaknya selalu ingat kepadaNYA,Allah Menyuruh kita agar menyembahnya yaituh dgn mematuhi perintah dan menjauhi laranganya,karna hanya manusia yang tunduk akan mendapat jalan yang lurus.
5. SIAPAKAH SYAITHAN ?
Dalam bahasa arab kata syaitan diambil dari kata syatana artinya jauh. jadi makna syaitan adalah segala yg menjauhkan kita daripada kebenaran dan menjauhkan kita kehendak Allah Karna kebenaran (Al-Haq) ialah datangnya dari Allah sbgmn dlm surah Al Baqarah 147.
Oleh karna itu syaitan akan berusaha berbagai macam cara mempengaruhi kita dgn menawarkan berbagai macam keindahan,kenikmatan sehingga tanpa kita sadari kita lupa dan jauh dari Allah subhanu wa ta'ala.Syaitan akan membisikkan mendorong melakukan maksiat,dosa2.
6. SYAITHAN JIN dan SYAITHAN MANUSIA.
Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan kepada kita bhw syaithan terdiri dari jenis jin dan jenis manusia sebagaimana dalam surah Al An'aam 112.
Maka dari itu kita mesti berhati2 dalam bergaul,mencari teman.Sebagaimana ayat tersebut bermakna bhw pergaulan yg suka mengajak melakukan maksiat,jauh dari Allah sebenarnya itulah syaithan atau dgn kata lain mereka di pengaruhi oleh syaithan jin untuk menjauhkan dari jalan yang lurus,merusak aqidah,ahlak,dan moral kita.
7. JANGAN CEPAT MENYALAHKAN ORANG LAIN.
Berteman dgn teman yang berahlak mulia adalah sangat penting dan merupakan salah satu cara mengatasi krisis iman,moral dalam diri yg sudah melanda para kaum remaja.teman yg baik akan mendorong berbuat baik dan senangtiasa menasehati,maka dari itu mestilah kita berhati2 dalam memilih teman.
Pada dasarnya syaithan manusia jika dilhat dari sisi lain teman2 yg sudah terlanjur melakukan maksiat dan mempengaruhi kita maka sepatutnya jangan cepat menyalahkan mereka.
Remaja yang sudah baligh sudah mampu brfikir dan membedakan antara baik dan benar,mana hak dan bathil,mereka sudah mampu memilh jalan yg mana.Jadi pada dasarnya semua kembali pada diri masing2 yang mana kita akan pilih.Oleh karna itu tak perlu menyalahkan orang lain tapi koreksilah diri sendiri.Kita punya akal fikiran gunanya untuk menimbang mana yg baik atau buruk
BERSAMBUNG...
Kita harus menyadari apa dan untuk apa kita berada di dunia ini.Beberapa renungan :
1. SIAPAKAH MANUSIA ?
Manusia adalah mahluk Allah Paling istimewa,sempurna.Keindahan manusia bukan hanya terletak pada paras tapi sangat ditentukan oleh ahlak dan budi pekertinya,karna pada dasarnya manusia adalah mahluk yg berilmu,berakal.
Keistimewaan manusia telah kita lihat kisah Nabi Adam yg tak dimiliki oleh para malaikat sehingga disuruh sujud pada beliau.Itulah karna Nabi Adam Ada ilmu yang tak ada pada malaikat.Manusia dipandang mulia bukan karna ia berasal dari Nabi Adam tetapi kemulian mereka mahluk yang berilmu,berfikir.(lihat kisah ini dalam surah Al Baqarah 30-34).
2. DARI MANA ASAL MANUSIA ?
Manusia yang pertama kali diciptakan adalah Nabi Adam dari unsur tanah.Pada dasarnya bahwa asal manusia adalah dari air mani sebagaimana dalam (surah Al-Haj 5).Kita merupakan keturunan dari Adam dan Hawa,kita mahluk mulia.Allah mengingatkan kita manusia akan direndahkan oleh Allan dan kita akan ditempatkan dalam neraka keculali ada dua sifat yaituh Iman Dan Amal shalih (lihat At-Tin 5-6).
3. APAKAH TUJUAN HIDUP KITA ?
Ingatlah yang paling utama dan layak menentukan hidup kita adalah Allah Subhanahu wa ta'ala sebagaimana dlm surah Adz Dzaariyat 56 Aku Tak menciptakan jin dan manusia kecuali menyembah kepadaku.Maksud ibadah adalah patuh,taat kepada Allah.
Segala bentuk aktivitas yang kita jalani itu harus dengan ibadah mengharap ridhoNYA,segala ucapan,perbuatan yang lahir dan bathin.Maka dari itu kesalahan pada kita jika berpendapat tujuan hidup untuk bersenang2 saja,hidup untuk makan,jikalau begitu apa bedanya kita dengan hewan.
Perlu kita ketahui kita diciptakan sebagai KHALIFAH ALLAH diatas muka bumi ini,dan makna KHALIFAH adalah pelaksana kehendak2 Allah.Maka dari itu kita umat Nabi Muhammad shallallahu 'Alaihi wasallam seharusnya berpedoman pada Al Qur'an Dan Sunnah dalam hal ini kita lihat dalm surah Al Ahzab 36.
4. SIAPAKAH MUSUH KITA ?
Hal yang perlu kita perhatikan dan sadari bahwa musuh utama kita adalah IBLIS atau SYAITHAN.Dia tak mau sujud pada Nabi kita Adam alaihi salam.Sikapnya sombong lihat surah yasin 60-61.Maka dari itu Allah melarang kita mengikuti jejak langkah syetan,Allah Memberi isyarat agar kita hendaknya selalu ingat kepadaNYA,Allah Menyuruh kita agar menyembahnya yaituh dgn mematuhi perintah dan menjauhi laranganya,karna hanya manusia yang tunduk akan mendapat jalan yang lurus.
5. SIAPAKAH SYAITHAN ?
Dalam bahasa arab kata syaitan diambil dari kata syatana artinya jauh. jadi makna syaitan adalah segala yg menjauhkan kita daripada kebenaran dan menjauhkan kita kehendak Allah Karna kebenaran (Al-Haq) ialah datangnya dari Allah sbgmn dlm surah Al Baqarah 147.
Oleh karna itu syaitan akan berusaha berbagai macam cara mempengaruhi kita dgn menawarkan berbagai macam keindahan,kenikmatan sehingga tanpa kita sadari kita lupa dan jauh dari Allah subhanu wa ta'ala.Syaitan akan membisikkan mendorong melakukan maksiat,dosa2.
6. SYAITHAN JIN dan SYAITHAN MANUSIA.
Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan kepada kita bhw syaithan terdiri dari jenis jin dan jenis manusia sebagaimana dalam surah Al An'aam 112.
Maka dari itu kita mesti berhati2 dalam bergaul,mencari teman.Sebagaimana ayat tersebut bermakna bhw pergaulan yg suka mengajak melakukan maksiat,jauh dari Allah sebenarnya itulah syaithan atau dgn kata lain mereka di pengaruhi oleh syaithan jin untuk menjauhkan dari jalan yang lurus,merusak aqidah,ahlak,dan moral kita.
7. JANGAN CEPAT MENYALAHKAN ORANG LAIN.
Berteman dgn teman yang berahlak mulia adalah sangat penting dan merupakan salah satu cara mengatasi krisis iman,moral dalam diri yg sudah melanda para kaum remaja.teman yg baik akan mendorong berbuat baik dan senangtiasa menasehati,maka dari itu mestilah kita berhati2 dalam memilih teman.
Pada dasarnya syaithan manusia jika dilhat dari sisi lain teman2 yg sudah terlanjur melakukan maksiat dan mempengaruhi kita maka sepatutnya jangan cepat menyalahkan mereka.
Remaja yang sudah baligh sudah mampu brfikir dan membedakan antara baik dan benar,mana hak dan bathil,mereka sudah mampu memilh jalan yg mana.Jadi pada dasarnya semua kembali pada diri masing2 yang mana kita akan pilih.Oleh karna itu tak perlu menyalahkan orang lain tapi koreksilah diri sendiri.Kita punya akal fikiran gunanya untuk menimbang mana yg baik atau buruk
BERSAMBUNG...
Minggu, 25 April 2010
Penyakit Ghurur
Ghurur artinya tipuan,tertipu diri sendiri,kebodohan,tertipunya diri dgn diamnya jiwa pada sesuatu yg cocok dgn ajakan hawa nafsu.dia tak berusaha menolak tapi menurutinya,merupakan tanda mengerasnya hati,hancurnya moral dan ahlak seorang manusia. sebagaimana dalam surah An Nisa 120 " Syaithan itu memberikan janji2 kepada mereka dan membangkitkan angan2 kosong kpd mereka padahal syaithan itu tak menjanjikan kepada mereka kecuali tipuan belaka".
Ada dua hal yg menyebabkan ghurur yaituh janji2 syetan dan kehidupan dunia.Agar kita waspada bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara oleh karna itu jangan melanggar dgn syariat yg di anjurkan.jadikanlah dunia adalah ladang untuk kita memanennya di akhirat kelak.
maka dari itu agar kita terhindar dari tipuan hendaklah kita bertakwa sebagaimana dalam surah Luqman 33 "Hai manusia bertaqwalah kpd Tuhanmu dan takutlah kpd suatu hari yg pada hr itu seorang bapak tak dpt menolong anaknya dan seorang anak tak dpt pula menolong bapaknya.sungguh janji Allah adalah benar,maka jangan sekali2 kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jgn pula syetan memperdayakan kamu dalam menaati Allah".
Ghurur dalam jiwa kaum muslimin yg gemar maksiat dan fasik,mereka tertipu dgn harapan kosong sebagaimana sabda Rasulullah berbunyi "orang yg cerdik ialah orang yg dapat menundukkan hawa nafsunya dan beramal untk sesuatu sesudah matinya sedang yg kurang akal ialah org mengikuti hawa nafsunya dan menggantungkan berbagai harapan kosong terhadap Allah" (Hr.Tirmidzi).
Barangsiapa berhara tentulah akan berusaha mencari dan barangsiapa takut sesuatu tentulah akan menjauh.Orang yg celaka adalah tertipu,orang yg matanya buta menjadikan hawa nafsu sbg pemimpin,syetan sbg penunjuk jalan.Kehidupan ditempuh dgn berhati2,berfikir cerdik,dan berupaya keras,permohonan ampun dgn taubat tetapi permohonan terus di ikuti kemaksiatan.
Harapan kosong menimbulkan keteledoran,kelalaian,malas beribadah,maunya enak2an.Berharap akan ampunan,rahmat Allah namun diri tak konsekwen.Tp sebaliknya harapan yang benar senangtiasa berhati2 dalam taqwa,menjauhi maksiat dan shubhat,mudah menangis karna ingat dosa2nya dalam kesendirian.
"Dan bg orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada 2 syurga" (Ar Rahman 46).
"Dan kami pasti akan menempatkan kamu di negri2 sesudah mereka.Yg demikian itu adalah untuk orang2 yg takut akan menghadap ke HadiratKU dan yg takut pd ancaman Ku"(QS. Ibrahim 14).
Oleh karna itu kita senangtiasa berusaha keras untuk beribadah namun jangan cepat puas dgn ibadah yg kita lakukan.Karn belum tentu ibadah kita dilakukan dgn benar dan di terimah Allah.Kita sering melupakan penyakit hati.Jangan sampai dhinggapi sikap riya,ujub,takabur dll.
CIRI-CIRI ORANG YANG TERTIPU.
1. Orang yg mengutamakan penyelidikan ilmu syariat dan akal tetapi lupa menyelidiki ilmu diri.
"Perumpamaan org2 yg dipikulkan kepadanya taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yg membawa kitab2 yg tebal.Amatlah buruknya perumpamaan kaum yg mendustakan ayat2 Allah.Dan Allah tak memberi petunjuk pada kaum yg lain" (Qs.Al Jumuah 5).
2. Orang yang mengutamakan amalan lahir tetapi lupa amalan bathin.Ia suka beramal sholeh tapi lupa penyakit hati,ria,ujub,takabur,dengki,larut dalam pergaulan,lupa waktu.
3. Orang yang hanya memperdalam satu ilmu lupa pada ilmu agama lainnya dan penyakit hati.
4. Orang yg suka memberi nasehat pada orang lain supaya baik,ikhlas,jujur tetapi ia sendiri mash bersifat yg sama.
5. Orang yg hanya puas menghafalkan ucapan2 bijak,menambah ilmu terus menerus tetapi tak mengamalkanya.
6. Orang yg perhatian pd ilmu alat,bahasa,nahwu,makhraj dll mereka anggap itu sangat penting tetapi lupa tujuan akhir yaituh Ridho Allah
"Sesungguhnya Allah tak melihat kepada penampilan2 dan harta benda kalian tetapi melihat kepada hati dan amal kalian"(Shahih,Hr.Muslim,ibnu majah dr shbat Abu hurairah radhiyallahu anhu)
Ada dua hal yg menyebabkan ghurur yaituh janji2 syetan dan kehidupan dunia.Agar kita waspada bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara oleh karna itu jangan melanggar dgn syariat yg di anjurkan.jadikanlah dunia adalah ladang untuk kita memanennya di akhirat kelak.
maka dari itu agar kita terhindar dari tipuan hendaklah kita bertakwa sebagaimana dalam surah Luqman 33 "Hai manusia bertaqwalah kpd Tuhanmu dan takutlah kpd suatu hari yg pada hr itu seorang bapak tak dpt menolong anaknya dan seorang anak tak dpt pula menolong bapaknya.sungguh janji Allah adalah benar,maka jangan sekali2 kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jgn pula syetan memperdayakan kamu dalam menaati Allah".
Ghurur dalam jiwa kaum muslimin yg gemar maksiat dan fasik,mereka tertipu dgn harapan kosong sebagaimana sabda Rasulullah berbunyi "orang yg cerdik ialah orang yg dapat menundukkan hawa nafsunya dan beramal untk sesuatu sesudah matinya sedang yg kurang akal ialah org mengikuti hawa nafsunya dan menggantungkan berbagai harapan kosong terhadap Allah" (Hr.Tirmidzi).
Barangsiapa berhara tentulah akan berusaha mencari dan barangsiapa takut sesuatu tentulah akan menjauh.Orang yg celaka adalah tertipu,orang yg matanya buta menjadikan hawa nafsu sbg pemimpin,syetan sbg penunjuk jalan.Kehidupan ditempuh dgn berhati2,berfikir cerdik,dan berupaya keras,permohonan ampun dgn taubat tetapi permohonan terus di ikuti kemaksiatan.
Harapan kosong menimbulkan keteledoran,kelalaian,malas beribadah,maunya enak2an.Berharap akan ampunan,rahmat Allah namun diri tak konsekwen.Tp sebaliknya harapan yang benar senangtiasa berhati2 dalam taqwa,menjauhi maksiat dan shubhat,mudah menangis karna ingat dosa2nya dalam kesendirian.
"Dan bg orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada 2 syurga" (Ar Rahman 46).
"Dan kami pasti akan menempatkan kamu di negri2 sesudah mereka.Yg demikian itu adalah untuk orang2 yg takut akan menghadap ke HadiratKU dan yg takut pd ancaman Ku"(QS. Ibrahim 14).
Oleh karna itu kita senangtiasa berusaha keras untuk beribadah namun jangan cepat puas dgn ibadah yg kita lakukan.Karn belum tentu ibadah kita dilakukan dgn benar dan di terimah Allah.Kita sering melupakan penyakit hati.Jangan sampai dhinggapi sikap riya,ujub,takabur dll.
CIRI-CIRI ORANG YANG TERTIPU.
1. Orang yg mengutamakan penyelidikan ilmu syariat dan akal tetapi lupa menyelidiki ilmu diri.
"Perumpamaan org2 yg dipikulkan kepadanya taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yg membawa kitab2 yg tebal.Amatlah buruknya perumpamaan kaum yg mendustakan ayat2 Allah.Dan Allah tak memberi petunjuk pada kaum yg lain" (Qs.Al Jumuah 5).
2. Orang yang mengutamakan amalan lahir tetapi lupa amalan bathin.Ia suka beramal sholeh tapi lupa penyakit hati,ria,ujub,takabur,dengki,larut dalam pergaulan,lupa waktu.
3. Orang yang hanya memperdalam satu ilmu lupa pada ilmu agama lainnya dan penyakit hati.
4. Orang yg suka memberi nasehat pada orang lain supaya baik,ikhlas,jujur tetapi ia sendiri mash bersifat yg sama.
5. Orang yg hanya puas menghafalkan ucapan2 bijak,menambah ilmu terus menerus tetapi tak mengamalkanya.
6. Orang yg perhatian pd ilmu alat,bahasa,nahwu,makhraj dll mereka anggap itu sangat penting tetapi lupa tujuan akhir yaituh Ridho Allah
"Sesungguhnya Allah tak melihat kepada penampilan2 dan harta benda kalian tetapi melihat kepada hati dan amal kalian"(Shahih,Hr.Muslim,ibnu majah dr shbat Abu hurairah radhiyallahu anhu)
Sabtu, 24 April 2010
ALLAH dan HAMBA
Maha Suci ALLAH yg telah menjadikan pujian sebagai kunci dari mengingtNYA.
Wahai hamba ALLAH,sesuatu yg baik yg dijanjikanNYA hendaklah jgn ditinggalkan dan sesuatu yg buruk yg dilarangNYA jangan di dambakan.
Wahai hamba ALLAH takutlah akan hari ketika amal perbuatan akan diperiksa,hari dimana anak2 telah menjadi tua dan ketahuilah bhw dirimua adalah pengawal atasmu,anggota tubuhmu adalah penjaga dan pengawas yg tak akan berdusta,yg memelihara catatan amal perbuatanmu dan jumlah nafasmu,kegelapan malam tak akan menyembunyikanmu dr mereka.Sesungguhnya hr esok sgt dkat dgn hr ini dan hr ini akan berangkat dgn segala apa yg ada padanya sementara hr esok akan datang menjemput.
Wahai hamba ALLAH,Orang yg diberinya kemampuan bertindak melawan hawa nafsu sehingga bathhnya larut dalam kesedihan karna dihinggapi rasa takut kepadaNYA
Wahai hamba ALLAH,berhati hatilah dgn waktu karna waktu akan memperlakukan orang2 hidup sama dgn org2 yg telah pergi waktu yg berlalu tak akan kembali dan apa yg ada didalamnya tak akan kekal.
Wahai hamba ALLAH janganlah menyibukan dirimu dgn selain dari perbaikan diri agar tak menjadi orang bingun di kegelapan malam karna kegelapan yg dibisikan syetan akan terlihat sebagai sebuah keindahan.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu berkata : Wahai hamba ALLAH, DIA tak akan dapat di tipu tentang surgaNYA dan KeridhoaNYA tak dapat diperoleh selain ketaatan kepadaNYA.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Hamba yg paling dicintaNYA adalah hamba yg paling banyak nasehatnya terhadap hamba2 ALLAH lainnya (Hr.Baihaqi).
Ketahuilah maukah engkau aku tunjukan kepada kalimat yg dari bawah Arasy dr suatu gudang dari beberapa gudang syurga.Katakanlah tak ada daya dan upaya dan tak ada kekuatan kecuali Allah.Maka Allah Maha Gagah dan Maha Agung berfirman HambaKU telah menyerah dan tunduk (Hr.Al Hakim).
Menyebut2 nikmat Allah merupakan perbuatan syukur dan meninggalkannya berarti kufur.Brangsiapa yg tak mensyukuri nikmat yg sedikit maka ia tak pula akan mensyukuri nikmat yg banyak.Brangsiapa tak berterimakasih pada orang lai berati ia tak akan pula berterima kasih pada Allah subhanahu wa ta'ala (hr.Baihaqi).
Orang2 yg sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yg miskin iman dan mengalami krisis keyakinan.Selamanya mereka akan berada dlm kesengsaraan,kepedihan,kemurkaan.
"hai org2 yg beriman,masuklah kamu ke dalam islam secara kesuluruhan dan janganlah kamu turut langkah2 syetan.Sesungguhnya syetan itu musuh yg nyata bagimu" (Al Baqarah 208).
Kehidupan yang baik adalah ketenangan jiwa karna janji Allah,keteguhan hati dlm mencintai Dzat yg menciptakan,kesucian nurani dari unsur2 penyimpangan iman,ketenangan dalam menghadapi setiap kenyataan hidup,kerelaan hati dlm menerima dan menjalani ketentuanNYA,dan keikhlasan dalam menerima Takdir."Barangsiapa yg mengerjakan amal shaleh baik laki2 maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dgn pahala yg lebih baik dari apa yg telah mereka kerjakan" (An Nahl 97)
Wahai hamba ALLAH,sesuatu yg baik yg dijanjikanNYA hendaklah jgn ditinggalkan dan sesuatu yg buruk yg dilarangNYA jangan di dambakan.
Wahai hamba ALLAH takutlah akan hari ketika amal perbuatan akan diperiksa,hari dimana anak2 telah menjadi tua dan ketahuilah bhw dirimua adalah pengawal atasmu,anggota tubuhmu adalah penjaga dan pengawas yg tak akan berdusta,yg memelihara catatan amal perbuatanmu dan jumlah nafasmu,kegelapan malam tak akan menyembunyikanmu dr mereka.Sesungguhnya hr esok sgt dkat dgn hr ini dan hr ini akan berangkat dgn segala apa yg ada padanya sementara hr esok akan datang menjemput.
Wahai hamba ALLAH,Orang yg diberinya kemampuan bertindak melawan hawa nafsu sehingga bathhnya larut dalam kesedihan karna dihinggapi rasa takut kepadaNYA
Wahai hamba ALLAH,berhati hatilah dgn waktu karna waktu akan memperlakukan orang2 hidup sama dgn org2 yg telah pergi waktu yg berlalu tak akan kembali dan apa yg ada didalamnya tak akan kekal.
Wahai hamba ALLAH janganlah menyibukan dirimu dgn selain dari perbaikan diri agar tak menjadi orang bingun di kegelapan malam karna kegelapan yg dibisikan syetan akan terlihat sebagai sebuah keindahan.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu berkata : Wahai hamba ALLAH, DIA tak akan dapat di tipu tentang surgaNYA dan KeridhoaNYA tak dapat diperoleh selain ketaatan kepadaNYA.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Hamba yg paling dicintaNYA adalah hamba yg paling banyak nasehatnya terhadap hamba2 ALLAH lainnya (Hr.Baihaqi).
Ketahuilah maukah engkau aku tunjukan kepada kalimat yg dari bawah Arasy dr suatu gudang dari beberapa gudang syurga.Katakanlah tak ada daya dan upaya dan tak ada kekuatan kecuali Allah.Maka Allah Maha Gagah dan Maha Agung berfirman HambaKU telah menyerah dan tunduk (Hr.Al Hakim).
Menyebut2 nikmat Allah merupakan perbuatan syukur dan meninggalkannya berarti kufur.Brangsiapa yg tak mensyukuri nikmat yg sedikit maka ia tak pula akan mensyukuri nikmat yg banyak.Brangsiapa tak berterimakasih pada orang lai berati ia tak akan pula berterima kasih pada Allah subhanahu wa ta'ala (hr.Baihaqi).
Orang2 yg sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yg miskin iman dan mengalami krisis keyakinan.Selamanya mereka akan berada dlm kesengsaraan,kepedihan,kemurkaan.
"hai org2 yg beriman,masuklah kamu ke dalam islam secara kesuluruhan dan janganlah kamu turut langkah2 syetan.Sesungguhnya syetan itu musuh yg nyata bagimu" (Al Baqarah 208).
Kehidupan yang baik adalah ketenangan jiwa karna janji Allah,keteguhan hati dlm mencintai Dzat yg menciptakan,kesucian nurani dari unsur2 penyimpangan iman,ketenangan dalam menghadapi setiap kenyataan hidup,kerelaan hati dlm menerima dan menjalani ketentuanNYA,dan keikhlasan dalam menerima Takdir."Barangsiapa yg mengerjakan amal shaleh baik laki2 maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dgn pahala yg lebih baik dari apa yg telah mereka kerjakan" (An Nahl 97)
Rabu, 21 April 2010
Bahaya memasang foto di internet bag.2
Tabarruj memiliki berbagai macam bentuk seperti
* menampakan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki2 lain.
* menampakan perhiasan termasuk di dalamnya pakaian yg ada di balik jilbab.
* berjalan berlenggak lenggok di hadapan lelaki lain.
* memukul kaki untk menampakan perhiasan yg dipakainya.
* bercampur baur dgn kaum laki2 bersentuhan dgn mereka,berjabat tangan dan berdesak2an di tempat umum.
Bagi seorang wanita hendaklah meniru apa yg dilakukan oleh anak perempuan Nabi Syu'aib sebagaimana yg diceritakan oleh ALLAH dalam surah Al Qashash 25 "Kemudian datanglah kepada musa salah seorang dan kedua wanita itu berjalan kemalu maluan".
Umar radhiallahu anhu berkata Dia datang dgn berjalan penuh malu seraya menutup wajahnya dgn bajunya.dia bukanlah wanita yg tak punya malu,banyak omong dan berani dgn lawan jenis.tak pula seorang wanita yg suka keluar masuk rumah ( Tafsir Ibnu Katsir dgn sanadnya yg shahih 3/384).
Ibnu Qayyim Al Jauziyah Berkata pandangan adalah suatu dorongan yg muncul pertama kali ketika seseorang melihat sesuatu.apabila dorongan tsbt jelek itu adalah dorongan syahwat.menjaga pandangan merupakan benteng dari kemaluan.siapa yg sengaja melepaskan pandangan sama artinya menuntun dirinya kepada kebinasaan.
jikalau para lelaki kebetulan melihat wanita lihatlah hanya sepintas saja.jangan diulangi karna pandangan yg kedua bukan milik anda.
pandangan merupakan awal kejadian buruk yg menimpa manusia.pandangan dapat melahirkan perasaan dan akan melahirkan fikiran yg kemudian syahwat yaituh syahwat untuk melampiaskan keinginan sehingga bisa berdampak buruk menjadi penyakit.
dalam hal ini dikatakan Sabar memejamkan pandangan akan lebih ringan akibatnya daripada sabar terhadap rasa pedih sesudahnya membiarkan pandangan lepas.
Seorang penyair mengatakan :
Semua kejadian permulaanya adalah pandangan,
besarnya api karna bermula dari percikan kecil.
Berapa banyak pandangan mengenai hati pemiliknya,
Seperti mengenanya anak panah atau busur dgn talinya.
Pandangan mata akan berhenti pada perasaan dan bayangan,
mudah cara mengatakan,suaranya tdk berbahaya,
tiada sambutan menyenangkan ia kembali membawa bencana (ad-Da 'wa ad-Dawa')
Maka dari itu maukah engkau saudariku menjadi pintu awal terjadinya fitnah sebuah pandangan?
Wahai saudariku,apabila engkau menampakan foto dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab Al Haya' ( rasa malu) sbg seorang muslimah sejati.
"Sesungguhnya setiap agama itu memiliki ahlak dan ahlak islam adalah malu"
"Malu adalah bagian dari iman dan iman tempatnya di syurga".
Ghirah adalah benteng pelindung yg menjaga kehormatan wanita,menahanya untk tdk melepas hijabnya,menampakan aurat dhadapan umum.Ghirah adalah sikap yg harus selalu melekat pada diri yg akan selalu menegakan amar ma'ruf nahi mungkar.
Menasehati saudara2 muslimah kita untuk selalu beriltizam dgn aturan ALLAH dalam berpakaian,bersikap,bertutur kata dan bergaul.hanya dgn inilah setelah taufik dari ALLAH yg bs menyelamatkan wanita dari godaan syetan,tipu daya musuh2 islam yg menjadikan mereka untuk menghancurkan agama ini dan menyelamatkan mereka dr jurang kehinaan dan kenistaan,menjaga mereka dari neraka dan murka serta siksaan dari ALLAH.
Hijab selaras dgn cemburu yg merupakan fitrah.berapa banyak peperangan yg terjadi pada masa jahiliyya dan masa islam akibat cemburu atas wanita dan untk menjaga kehormatannya.
Ali Radhiallahu anhu mengatakan Telah sampai kepadaku bhw wanita2 kalian berdesakan dgn lelaki kafir orang ajam(non arab) dipasar2.tidakkah kalian merasa cemburu?sesungguhnya tak ada kebaikan pada seseorang yg tak memiliki rasa cemburu.
Cemburu dgn aturan ALLAH adalah sesuatu yg terpuji dalam islam dan salah satu jihad yg disyariatkan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata Rasulullah bersabda "Sesungguhnya ALLAH itu cemburu dan sesungguhnya seorang mukmin itu cemburu dan cemburu ALLAH adalah jika seorang mukmin melakukan sesuatu yg di haramkan kepadanya" (Mutafaq 'Alaih).
sebagai saudara seiman cuma sekedar ini yg bisa saya sampaikan semoga bermanfaat.
* menampakan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki2 lain.
* menampakan perhiasan termasuk di dalamnya pakaian yg ada di balik jilbab.
* berjalan berlenggak lenggok di hadapan lelaki lain.
* memukul kaki untk menampakan perhiasan yg dipakainya.
* bercampur baur dgn kaum laki2 bersentuhan dgn mereka,berjabat tangan dan berdesak2an di tempat umum.
Bagi seorang wanita hendaklah meniru apa yg dilakukan oleh anak perempuan Nabi Syu'aib sebagaimana yg diceritakan oleh ALLAH dalam surah Al Qashash 25 "Kemudian datanglah kepada musa salah seorang dan kedua wanita itu berjalan kemalu maluan".
Umar radhiallahu anhu berkata Dia datang dgn berjalan penuh malu seraya menutup wajahnya dgn bajunya.dia bukanlah wanita yg tak punya malu,banyak omong dan berani dgn lawan jenis.tak pula seorang wanita yg suka keluar masuk rumah ( Tafsir Ibnu Katsir dgn sanadnya yg shahih 3/384).
Ibnu Qayyim Al Jauziyah Berkata pandangan adalah suatu dorongan yg muncul pertama kali ketika seseorang melihat sesuatu.apabila dorongan tsbt jelek itu adalah dorongan syahwat.menjaga pandangan merupakan benteng dari kemaluan.siapa yg sengaja melepaskan pandangan sama artinya menuntun dirinya kepada kebinasaan.
jikalau para lelaki kebetulan melihat wanita lihatlah hanya sepintas saja.jangan diulangi karna pandangan yg kedua bukan milik anda.
pandangan merupakan awal kejadian buruk yg menimpa manusia.pandangan dapat melahirkan perasaan dan akan melahirkan fikiran yg kemudian syahwat yaituh syahwat untuk melampiaskan keinginan sehingga bisa berdampak buruk menjadi penyakit.
dalam hal ini dikatakan Sabar memejamkan pandangan akan lebih ringan akibatnya daripada sabar terhadap rasa pedih sesudahnya membiarkan pandangan lepas.
Seorang penyair mengatakan :
Semua kejadian permulaanya adalah pandangan,
besarnya api karna bermula dari percikan kecil.
Berapa banyak pandangan mengenai hati pemiliknya,
Seperti mengenanya anak panah atau busur dgn talinya.
Pandangan mata akan berhenti pada perasaan dan bayangan,
mudah cara mengatakan,suaranya tdk berbahaya,
tiada sambutan menyenangkan ia kembali membawa bencana (ad-Da 'wa ad-Dawa')
Maka dari itu maukah engkau saudariku menjadi pintu awal terjadinya fitnah sebuah pandangan?
Wahai saudariku,apabila engkau menampakan foto dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab Al Haya' ( rasa malu) sbg seorang muslimah sejati.
"Sesungguhnya setiap agama itu memiliki ahlak dan ahlak islam adalah malu"
"Malu adalah bagian dari iman dan iman tempatnya di syurga".
Ghirah adalah benteng pelindung yg menjaga kehormatan wanita,menahanya untk tdk melepas hijabnya,menampakan aurat dhadapan umum.Ghirah adalah sikap yg harus selalu melekat pada diri yg akan selalu menegakan amar ma'ruf nahi mungkar.
Menasehati saudara2 muslimah kita untuk selalu beriltizam dgn aturan ALLAH dalam berpakaian,bersikap,bertutur kata dan bergaul.hanya dgn inilah setelah taufik dari ALLAH yg bs menyelamatkan wanita dari godaan syetan,tipu daya musuh2 islam yg menjadikan mereka untuk menghancurkan agama ini dan menyelamatkan mereka dr jurang kehinaan dan kenistaan,menjaga mereka dari neraka dan murka serta siksaan dari ALLAH.
Hijab selaras dgn cemburu yg merupakan fitrah.berapa banyak peperangan yg terjadi pada masa jahiliyya dan masa islam akibat cemburu atas wanita dan untk menjaga kehormatannya.
Ali Radhiallahu anhu mengatakan Telah sampai kepadaku bhw wanita2 kalian berdesakan dgn lelaki kafir orang ajam(non arab) dipasar2.tidakkah kalian merasa cemburu?sesungguhnya tak ada kebaikan pada seseorang yg tak memiliki rasa cemburu.
Cemburu dgn aturan ALLAH adalah sesuatu yg terpuji dalam islam dan salah satu jihad yg disyariatkan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata Rasulullah bersabda "Sesungguhnya ALLAH itu cemburu dan sesungguhnya seorang mukmin itu cemburu dan cemburu ALLAH adalah jika seorang mukmin melakukan sesuatu yg di haramkan kepadanya" (Mutafaq 'Alaih).
sebagai saudara seiman cuma sekedar ini yg bisa saya sampaikan semoga bermanfaat.
Bahaya memasang Foto di Internet
Apa alasan memasang foto di internet ? Alasan yg paling logis adalah sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah.karna kita tau bahwa ukhuwah dimulai dari saling mengenal,saling memahami,menolong dll.mungkin pula mereka ingin memberikan contoh dalam tata cara berpakaian muslimah yg sesuai dgn syariat.ataukah dgn berbagai alasan2 lain.
Namun suatu kebaikan tidaklah dapat di capai dgn cara yg bathil seperti yg telah dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu ketika mengingkari pelaku dzikir yg menghitung dgn batu2 kecil yg mereka anggpa sbg suatu kebaikan beliau berkata "Betapa banyak orang menginginkan kebaikan tapi mereka tak dapat meraihnya".
Bukankah tanpa memasang foto ukhuwah bisa tetap tegak dan dakwah tetap bisa berjalan.
Bahaya Foto di internet.
kita akan mengulas fenomena yg bisa akan terjadi menjadi suatu sumber fitnah baik bagi dr sang akhwat maupun bagi orang lain yg kebetulan sedang melihatnya.
Pertama : kita tentu menyadari internet adalah ruang publik yg bisa dimanfaatkan semua orang hampir tanpa batasan.dan diantara orang2 tsbt pastilah terdapat orang yg ingin berbuat zhalim.dgn teknologi betapa mudahnya setiap orang memanipulasi gambar yg di inginkan.dgn memasang foto maka dgn mudah membuka peluang orang2 zhalim memanfaatkan,memanipulasi atau mengubah sesuai apa yg di inginkan dan sangat besar dampaknya foto yang awalnya berbalut dgn pakaian muslimah tetapi bisa dimanipulasi sehingga seakan telanjang ataupun setengah telanjang.Na udzubillah...
Kedua : akhwat aktivis dakwah adalah tauladan bagi bg muslimah.namun apa jadinya para ujung tombak dakwah bagi teman2 terdekatnya melakukan suatu hal yg tak sepatutnya dilakukan.saat muslimah yg awwam terlihat fotonya di jejaring sosial,dunia maya hal ini bisa kita maklumi dan lumrah.namun apa jadinya kalau seandainya kita bagikan suau nasehat agar tak melakukan hal itu karna bisa menjadi suatu fitnah.dan tentulah mereka akan menjawab "orang aktivis aja melakukan hal itu apalagi aku yg mash jauh dari nilai2 agama".dan menganggap tidaklah bertentangan dgn dalih orang yg paham agama pun melakukan jua.
Ketiga : wajah ayu di sebuah profil yg terkesan sholeha menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi kaum adam.maka berlomba lombalah mereka untuk menjadi teman dgn dalih ingn menjalin ukhuwah yg padahal terkadang hanya didasari sebuah keinginan untuk memiliki sosok tsbt.sehingga makin menjadikan para ikhwan yg di hatinya terdapat penyakit menjadi semakin terjerumus dalam asyiknya pertemanan.dari sisi ini pertama sang pelaku sudah melanggar tidak mendukung usaha para ikhwan untuk mengamalkan salah satu firman ALLAH dalam surah An Nuur 30 yg artinya "Katakanlah kepada laki2 yg beriman Hendaklah mereka menahan pandanganya,dan memelihara kemaluannya yg demikian itu adalah suci bagi mereka.sesungguhnya ALLAH maha Mengetahui apa yg mereka perbuat".
Dalam sebuah hadist,Nabi bersabda kepada Ali radhiallahu anhu "Wahai ali,janganlah engkau susul pandangan dgn pandangan lg,karna pertama menjadi bagianmu dan yg kedua bukan lagi menjadi bagianmu dosa atasmu"(Hr.Ahmad,At Tirmidzi dan Abu Daud).
Dalam hadist lain mengatakan pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis,barangsiapa menahan pandanganya dari keindahan2 wanita maka ALLAH mewariskan kelezatan dalam hatinya yg akan didapatkan hingga hari dia bertemu denganNYA.
wahai saudariku maukah engkau menjadi salah satu penghalang bagi saudaramu didalam menegakkan syariat agama,
Keempat : akhwat yg menampakkan foto dirinya telah melanggar larangan untuk tidak TABARRUJ dan SUFUR.Tabarruj artinya seseorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasanya di hadapan laki2 asing.sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampakkan wajah di hadapan lelaki lain.Oleh karna itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada Sufur karna mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.
Tabarruj di haramkan dalam syariat berdasarkan ayat Al Quran dan jg Hadist antara lain :
"Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang2 jahiliyah yg dahulu"(Al Ahzab 33).
"Dan perempuan2 yg telah terhenti dari haid dan mengandung yg tiada ingin kawin lagi tiadalah atas dosa menanggalkanya pakaian mereka dgn tak bermaksud menampakan perhiasan dan berlaku sopan adalah lebh baik bg mereka dan ALLAH maha mendengar lagi maha Bijaksana"(An Nur 60)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata Rasulullah bersabda "Ada dua kelompok penduduk neraka yg belum pernah aku lihat.kaum yg membawa cemeti seperti ekor sapi yg memukuli orang2 denganya dan para wanita yg berbaju tapi mereka telanjang,berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yg bergoyang.wanita2 itu tak masuk syurga dan tak mendapatkan baunya padahal bau syurga bisa tercium sejauh sekian dan sekian"(Hr.Muslim no.3971 dan 5098).
dan kaum muslimin pun telah sepakat akan haramnya tabarruj sebagaimana yg dituturkan oleh Al Imam Ash Shan'ani dalam kitabnya Minhatul Ghaffar 'Ala Dlauin Nahar 4/2011-2012
BERSAMBUNG ...
Namun suatu kebaikan tidaklah dapat di capai dgn cara yg bathil seperti yg telah dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu ketika mengingkari pelaku dzikir yg menghitung dgn batu2 kecil yg mereka anggpa sbg suatu kebaikan beliau berkata "Betapa banyak orang menginginkan kebaikan tapi mereka tak dapat meraihnya".
Bukankah tanpa memasang foto ukhuwah bisa tetap tegak dan dakwah tetap bisa berjalan.
Bahaya Foto di internet.
kita akan mengulas fenomena yg bisa akan terjadi menjadi suatu sumber fitnah baik bagi dr sang akhwat maupun bagi orang lain yg kebetulan sedang melihatnya.
Pertama : kita tentu menyadari internet adalah ruang publik yg bisa dimanfaatkan semua orang hampir tanpa batasan.dan diantara orang2 tsbt pastilah terdapat orang yg ingin berbuat zhalim.dgn teknologi betapa mudahnya setiap orang memanipulasi gambar yg di inginkan.dgn memasang foto maka dgn mudah membuka peluang orang2 zhalim memanfaatkan,memanipulasi atau mengubah sesuai apa yg di inginkan dan sangat besar dampaknya foto yang awalnya berbalut dgn pakaian muslimah tetapi bisa dimanipulasi sehingga seakan telanjang ataupun setengah telanjang.Na udzubillah...
Kedua : akhwat aktivis dakwah adalah tauladan bagi bg muslimah.namun apa jadinya para ujung tombak dakwah bagi teman2 terdekatnya melakukan suatu hal yg tak sepatutnya dilakukan.saat muslimah yg awwam terlihat fotonya di jejaring sosial,dunia maya hal ini bisa kita maklumi dan lumrah.namun apa jadinya kalau seandainya kita bagikan suau nasehat agar tak melakukan hal itu karna bisa menjadi suatu fitnah.dan tentulah mereka akan menjawab "orang aktivis aja melakukan hal itu apalagi aku yg mash jauh dari nilai2 agama".dan menganggap tidaklah bertentangan dgn dalih orang yg paham agama pun melakukan jua.
Ketiga : wajah ayu di sebuah profil yg terkesan sholeha menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi kaum adam.maka berlomba lombalah mereka untuk menjadi teman dgn dalih ingn menjalin ukhuwah yg padahal terkadang hanya didasari sebuah keinginan untuk memiliki sosok tsbt.sehingga makin menjadikan para ikhwan yg di hatinya terdapat penyakit menjadi semakin terjerumus dalam asyiknya pertemanan.dari sisi ini pertama sang pelaku sudah melanggar tidak mendukung usaha para ikhwan untuk mengamalkan salah satu firman ALLAH dalam surah An Nuur 30 yg artinya "Katakanlah kepada laki2 yg beriman Hendaklah mereka menahan pandanganya,dan memelihara kemaluannya yg demikian itu adalah suci bagi mereka.sesungguhnya ALLAH maha Mengetahui apa yg mereka perbuat".
Dalam sebuah hadist,Nabi bersabda kepada Ali radhiallahu anhu "Wahai ali,janganlah engkau susul pandangan dgn pandangan lg,karna pertama menjadi bagianmu dan yg kedua bukan lagi menjadi bagianmu dosa atasmu"(Hr.Ahmad,At Tirmidzi dan Abu Daud).
Dalam hadist lain mengatakan pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis,barangsiapa menahan pandanganya dari keindahan2 wanita maka ALLAH mewariskan kelezatan dalam hatinya yg akan didapatkan hingga hari dia bertemu denganNYA.
wahai saudariku maukah engkau menjadi salah satu penghalang bagi saudaramu didalam menegakkan syariat agama,
Keempat : akhwat yg menampakkan foto dirinya telah melanggar larangan untuk tidak TABARRUJ dan SUFUR.Tabarruj artinya seseorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasanya di hadapan laki2 asing.sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampakkan wajah di hadapan lelaki lain.Oleh karna itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada Sufur karna mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.
Tabarruj di haramkan dalam syariat berdasarkan ayat Al Quran dan jg Hadist antara lain :
"Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang2 jahiliyah yg dahulu"(Al Ahzab 33).
"Dan perempuan2 yg telah terhenti dari haid dan mengandung yg tiada ingin kawin lagi tiadalah atas dosa menanggalkanya pakaian mereka dgn tak bermaksud menampakan perhiasan dan berlaku sopan adalah lebh baik bg mereka dan ALLAH maha mendengar lagi maha Bijaksana"(An Nur 60)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata Rasulullah bersabda "Ada dua kelompok penduduk neraka yg belum pernah aku lihat.kaum yg membawa cemeti seperti ekor sapi yg memukuli orang2 denganya dan para wanita yg berbaju tapi mereka telanjang,berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yg bergoyang.wanita2 itu tak masuk syurga dan tak mendapatkan baunya padahal bau syurga bisa tercium sejauh sekian dan sekian"(Hr.Muslim no.3971 dan 5098).
dan kaum muslimin pun telah sepakat akan haramnya tabarruj sebagaimana yg dituturkan oleh Al Imam Ash Shan'ani dalam kitabnya Minhatul Ghaffar 'Ala Dlauin Nahar 4/2011-2012
BERSAMBUNG ...
Permasalahan tentang pemasangan foto di internet.
Pembahasan mungkin lebih menjurus pada subyek adalah para akhwat.namun dalam pembahasan dan hukum di dalamnya juga bisa untuk para ikhwan,penulis lebih prihatin dgn keadaan beberapa akhwat yg dari zhahirnya bisa ditebak kualitas pemahaman agamanya.dimana seharusnya mereka menjadi tauladan bagi kaum muslimah yg belum terjamah oleh dakwah,justru mereka malah menjadi salah satu sumber yg kalau tak berlebihan disebut fitnah.dan fitnah mereka adalah lebih besar dibanding ikhwan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda " Sesungguhnya wanita adalah aurat maka apabika ia keluar,syetan akan menghias hiasinya di mata laki laki" (Hr.At Tirmidzi dishahikan oleh Al Albani).
"Tidaklah aku tinggalkan satu fitnah yg berbahaya yg lebih berbahaya bagi laki laki fitnah wanita"(Muttafaq 'alah).
Cara mereka mengaktualisasikan diri dgn memasang foto diri telah menjadi fenomena yg bisa menjadi berbahaya bagi dirinya sendiri.
Hukum Gambar atau Foto.
Beberapa hadist diantaranya :
1. Dari Aisyah Radhiyallahu anha bahwasanya ia membeli bantal kecil yg ada gambarnya .ketika Rasulullah melihatnya beliau berdiri di depan pintu tak mau masuk.maka Aisyah mengetahui ada tanda kebencian di muka Rasulullah,lalu iapun berkata ya Rasulullah aku bertaubat kepada ALLAH dan RasulNYA dosa apakah yg telah kuperbuat? Rasulullah menjawab Bagaimana halnya bantal itu? Aisyah menjawab Saya membelinya agar engkau duduk dan bersandar di atasnya.Kata Rasulullah Sesungguhnya orang2 yg membuat gambar2 ini akan disiksa pada hr kiamat dan akan dikatakan kepada mereka Hidupkanlah gambar2 yg kalian buat itu.kemudian beliau Bersabda sesungguhnya Rumah yg ada gambar2 yg bernyawa didalamnya tak akan dimasuki malaikat (Muttafaqun 'alaih).
2. Manusia yg paling pedìh siksanya di hari kiamat ialah meniru ciptaan ALLAH.Sedangkan para pelukis dan penggambar adalah orang2 yg meniru ciptaan ALLAH (Muttafaqun'alaih).
3. Bahwasanya Nabi ketika melihat gambar2 di rumah,beliau tidak mau masuk sebelum gambar itu di hapus (Hr.Bukhari).
Fatwa para ulama Ahlussunnah juga sudah jelas bahwa berdasarkan hadist mereka sepakat mengharamkan gambar mahluk bernyawa.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda " Sesungguhnya wanita adalah aurat maka apabika ia keluar,syetan akan menghias hiasinya di mata laki laki" (Hr.At Tirmidzi dishahikan oleh Al Albani).
"Tidaklah aku tinggalkan satu fitnah yg berbahaya yg lebih berbahaya bagi laki laki fitnah wanita"(Muttafaq 'alah).
Cara mereka mengaktualisasikan diri dgn memasang foto diri telah menjadi fenomena yg bisa menjadi berbahaya bagi dirinya sendiri.
Hukum Gambar atau Foto.
Beberapa hadist diantaranya :
1. Dari Aisyah Radhiyallahu anha bahwasanya ia membeli bantal kecil yg ada gambarnya .ketika Rasulullah melihatnya beliau berdiri di depan pintu tak mau masuk.maka Aisyah mengetahui ada tanda kebencian di muka Rasulullah,lalu iapun berkata ya Rasulullah aku bertaubat kepada ALLAH dan RasulNYA dosa apakah yg telah kuperbuat? Rasulullah menjawab Bagaimana halnya bantal itu? Aisyah menjawab Saya membelinya agar engkau duduk dan bersandar di atasnya.Kata Rasulullah Sesungguhnya orang2 yg membuat gambar2 ini akan disiksa pada hr kiamat dan akan dikatakan kepada mereka Hidupkanlah gambar2 yg kalian buat itu.kemudian beliau Bersabda sesungguhnya Rumah yg ada gambar2 yg bernyawa didalamnya tak akan dimasuki malaikat (Muttafaqun 'alaih).
2. Manusia yg paling pedìh siksanya di hari kiamat ialah meniru ciptaan ALLAH.Sedangkan para pelukis dan penggambar adalah orang2 yg meniru ciptaan ALLAH (Muttafaqun'alaih).
3. Bahwasanya Nabi ketika melihat gambar2 di rumah,beliau tidak mau masuk sebelum gambar itu di hapus (Hr.Bukhari).
Fatwa para ulama Ahlussunnah juga sudah jelas bahwa berdasarkan hadist mereka sepakat mengharamkan gambar mahluk bernyawa.
Mengikuti Syari'at dan Larangan melakukan Bid'ah.
Dari Aisyah radhiallahu anha berkata,Rasulullah bersabda "Barangsiapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama kami ini,maka hal itu tertolak" (Hr.Bukhari no 2550 dan Muslim no.1718).Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda "Barangsiapa mengerjakan suatu amalan tanpa ada dasar dari urusan agama kami maka ia tertolak".(Hr.Muslim no.1718 dan Bukhari dalam satu bab shahinya di juz 6 hal.2675).
Jadi makna hadist adalah bhw siapa saja yg memunculkan suatu perkara baru dalam agama yang tak ada asal atau dasar,maka perkara itu tertolak.Secara tekstual hadist ini menunjukan bhw setiap amalan yg tak ada dasarnya berarti tertolak dan secara kontekstual menujukkan bhw tiap amalan ada dasarnya dari syariat berarti tdk tertolak atau bhw amalan trsbt diterima (lihat Jami' Al-'Ulum wal Hikam 1/163 dan Qawaid wa Fawaid hal 76).
Banyak faedah yg dapat kita ambil dan yg terpenting diantaranya adalah :
1. Kewajiban mengikuti syariat dalam beragama.
Maknanya adalah dalam menjalankan agama,baik dlm mslah aqidah,ibadah,ahlak,muamalah,maupun lainya.Kita wajib untuk mengikuti syariat.Beberapa dalil yg menunjukan hal itu diantaranya
Dari Al-Qur'an
"Hai orang2 yg beriman taatilah ALLAH dan taatilah Rasul Nya dan ulil amri diantara kamu.Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,maka kembalikanlah ia kepada ALLAH (Al Quran) dan Rasul (sunnah) jika kamu benar2 beriman kpd ALLAH dan hari akhir..Yg demikian itu lebh utama bagimu dan lebh baik akibatanya (An nisa 59).
Dari As-Sunnah.
"Telah kutinggalkan untk kalian dua perkara yg selama kalian berpegang teguh dgn keduanya kalian tdk akan tersesat yaituh Kitabullah dan Sunnahku".(hr.Hakim 1/172,Daruquthni 149).
Sabda Nabi dalam hadist Al 'Irbadh bin Sariyah "berpegang tegulah kalian dgn sunnahku dan sunnah para khulafa Rasyidin yg mendapat petunjuk setelahku".
2. Larangan mengadakan Bid'ah dalam agama.
Bid'ah pada hakekatnya adalah sesuatu dlm agama yg menandingi cara yg telah disyariatkan dgn tujuan agar mendapat nilai lebih dalam beribadah.Padahal kita telah diperintahkan untuk ber ittiba'karna agama islam ini telah sempurna sehingga sudah cukup dgn apa yg disyariatkan oleh ALLAH dan RasulNYA dan yg telah diterimah oleh Ahlussunnah wal jamaah dari generasi sahabat dan org2 yg mengikuti mereka dgn baik.(Mukhtarat Majmu' Fatawa Syaikh bin Baz hal.271.Cet Jam'iyyah ihya At Torunts,th.1418 H).
Jadi makna hadist adalah bhw siapa saja yg memunculkan suatu perkara baru dalam agama yang tak ada asal atau dasar,maka perkara itu tertolak.Secara tekstual hadist ini menunjukan bhw setiap amalan yg tak ada dasarnya berarti tertolak dan secara kontekstual menujukkan bhw tiap amalan ada dasarnya dari syariat berarti tdk tertolak atau bhw amalan trsbt diterima (lihat Jami' Al-'Ulum wal Hikam 1/163 dan Qawaid wa Fawaid hal 76).
Banyak faedah yg dapat kita ambil dan yg terpenting diantaranya adalah :
1. Kewajiban mengikuti syariat dalam beragama.
Maknanya adalah dalam menjalankan agama,baik dlm mslah aqidah,ibadah,ahlak,muamalah,maupun lainya.Kita wajib untuk mengikuti syariat.Beberapa dalil yg menunjukan hal itu diantaranya
Dari Al-Qur'an
"Hai orang2 yg beriman taatilah ALLAH dan taatilah Rasul Nya dan ulil amri diantara kamu.Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,maka kembalikanlah ia kepada ALLAH (Al Quran) dan Rasul (sunnah) jika kamu benar2 beriman kpd ALLAH dan hari akhir..Yg demikian itu lebh utama bagimu dan lebh baik akibatanya (An nisa 59).
Dari As-Sunnah.
"Telah kutinggalkan untk kalian dua perkara yg selama kalian berpegang teguh dgn keduanya kalian tdk akan tersesat yaituh Kitabullah dan Sunnahku".(hr.Hakim 1/172,Daruquthni 149).
Sabda Nabi dalam hadist Al 'Irbadh bin Sariyah "berpegang tegulah kalian dgn sunnahku dan sunnah para khulafa Rasyidin yg mendapat petunjuk setelahku".
2. Larangan mengadakan Bid'ah dalam agama.
Bid'ah pada hakekatnya adalah sesuatu dlm agama yg menandingi cara yg telah disyariatkan dgn tujuan agar mendapat nilai lebih dalam beribadah.Padahal kita telah diperintahkan untuk ber ittiba'karna agama islam ini telah sempurna sehingga sudah cukup dgn apa yg disyariatkan oleh ALLAH dan RasulNYA dan yg telah diterimah oleh Ahlussunnah wal jamaah dari generasi sahabat dan org2 yg mengikuti mereka dgn baik.(Mukhtarat Majmu' Fatawa Syaikh bin Baz hal.271.Cet Jam'iyyah ihya At Torunts,th.1418 H).
Kamis, 11 Maret 2010
JANGANLAH MENGEJAR DUNIA
Rasulullah Bersabda "barangsiapa yg menjdkan akhira sebagai tujuanya.Maka ALLAH akan memberikan kekayaan kepada hatinya.Memudahkan urusanya dan dunia akan datang kepdanya dgn sendirinya.Dan barangsiapa yg menjadikan dunia sebagai tujuanya maka ALLAH akan memberikan rasa fakir kepadanya mempersulit urusanya dan dunia tak akan mendatanginya kecuali apa yg sudah ditetapkan baginya.(Hr.At Tirmidzi)
Dunia adalah dgn menjadikan akhirat sbg tujuan akhir dari perjalanan.Ia tak menjadikan dunia kecuali hanya untuk mempersiapkan bekal diakhrat kelakt.Dgn sikap seperti ini maka dgn sendirinya dunia akan datang menghampirinya.Dalam kehidupan sehari2.Kita sering melihat orang berusaha keras mengejar ambisinya didunia sampai mata hatinya tertutup tak tau membedakan antara halal atau haram
Waktu yg seharusnya di gunakan untuk menghadap kepada ALLAH dgn beribadah dan beramal mereka abaikan sehingga jiwa gersang dari nilai2 yg mengantarkan kepada sifat tamak yg tak pernah merasa puas apa yg diperolehnya.Mengapa kita berbuat sejauh itu?Bukankah Rasul sudah memberitaukan kepada kita tentang bagaimana mendapatkan dunia yaituh dgn menjadikan akhirat sbg tujuan akhir dari sebuah perjalanan.
Marilah kita pertajam mata bathin dgn melakukan hal2 yg positif dan siramilah kegersangan jiwa dari nilai2 spritual dgn meluangkan waktu untuk mengingatNYA.dan mendekatkan diri kepad ALLAH maka dgn itu semua akan menjadi magnet yg bisa menarik atribut dunia dgn isinya sehingga dunia akan mendatanginya dgn sendirinya.
Dunia adalah dgn menjadikan akhirat sbg tujuan akhir dari perjalanan.Ia tak menjadikan dunia kecuali hanya untuk mempersiapkan bekal diakhrat kelakt.Dgn sikap seperti ini maka dgn sendirinya dunia akan datang menghampirinya.Dalam kehidupan sehari2.Kita sering melihat orang berusaha keras mengejar ambisinya didunia sampai mata hatinya tertutup tak tau membedakan antara halal atau haram
Waktu yg seharusnya di gunakan untuk menghadap kepada ALLAH dgn beribadah dan beramal mereka abaikan sehingga jiwa gersang dari nilai2 yg mengantarkan kepada sifat tamak yg tak pernah merasa puas apa yg diperolehnya.Mengapa kita berbuat sejauh itu?Bukankah Rasul sudah memberitaukan kepada kita tentang bagaimana mendapatkan dunia yaituh dgn menjadikan akhirat sbg tujuan akhir dari sebuah perjalanan.
Marilah kita pertajam mata bathin dgn melakukan hal2 yg positif dan siramilah kegersangan jiwa dari nilai2 spritual dgn meluangkan waktu untuk mengingatNYA.dan mendekatkan diri kepad ALLAH maka dgn itu semua akan menjadi magnet yg bisa menarik atribut dunia dgn isinya sehingga dunia akan mendatanginya dgn sendirinya.
TUJUAN HIDUP MANUSIA
Manusia dgn hidup ini harus mengetahui apa sebenarnya tujuan hidup.Karna manusia banyak sekali yg tak mengetahui tujuan hidup sehingga hidupnya digunakan untuk sia2 tanpa mendapatkan makna.
Ketahuilah sesungguhnya kehidupan hanya sementara maka kita harus menyadari untuk kembali kepadaNYA.untuk mengetahui banyak diantara kita sibuk dgn aktivitas tanpa tau makna aktivitasnya apakah itu brmanfaat yg sebenarnya.Manusia harus memahami misi hidupnya yg sesuai dgn ketentuanNYA."Dan diantara manusia ada orang yg mengorbankan dirinya karna mencari keridhaan ALLAH dan ALLAH MAHA PENYANTUN kepada hamba2Nya (Al Baqarah 207).
Manusia dari segala aktivitasnya sedang ingin mencari ridho ALLAH dgn mengorbankan diri untuk dikorbankan hanya semata untuk ALLAH.Karna tujuan hidup yg sebenarnya adalah untuk mencari keridhoaanNYA.Maka dari itu jika manusia tidak mengetahui peran hidup manusia,jadi bagaimana peranan yg sesuai ketentuanNYA maka manusia tergolong orang yg merugi.Terkadang manusia terbawa dari lingkungan dan keadaan sehingga lalai dan terlupa apa yg sebenarnya untuk diperankan hidupnya.Makanya aktivitas akan tak bermakna dalam dirinya.
"dan janganlah kamu campur adukkan yg hak dgn yg bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.Diantara yg mereka sembunyikan itu ialah TUHAN akan menguts seorang Nabi dari keturunan ismail yg akan membangun umat yg besar dibelakang hari yaituh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam (Al Baqarah 42,43)
Hati2lah dgn aktivitas kemudian pahami apakah aktivitas itu berbuat dosa ato menyimpang dr ketentuanNYA.karna segala aktivitas dimanapun berada sesungguhnya ada yg mengawasi.Jadi amalan apa yg akan dipertanggung jawabkan sedangkan manusia melakukan perbuatan yg menyimpang dari ketentuanNYA.
Apakah kita tak merindukanNYA shngga mash belum siap mengabdi.Banyak yg belum menyadari tentang hidupnya.Bagaimana manusia akan menyadari sedangkan hidupnya untuk main2 tanpa mengetahui konsep hidup sebenarnya.Tujuan manusia diciptakan adalah untuk membangun diri yg baik maka kembali hidup ini kearah hidup yg sebenarnya sesuai dgn fungsi dan fitrahnya.Jadi manusia di dunia mencari keridhoan ALLAH dgn menjalankan yg diperintahkan dan menjauhi laranganya,itulah sikap yg harus diambil oleh manusia.
Ketahuilah sesungguhnya kehidupan hanya sementara maka kita harus menyadari untuk kembali kepadaNYA.untuk mengetahui banyak diantara kita sibuk dgn aktivitas tanpa tau makna aktivitasnya apakah itu brmanfaat yg sebenarnya.Manusia harus memahami misi hidupnya yg sesuai dgn ketentuanNYA."Dan diantara manusia ada orang yg mengorbankan dirinya karna mencari keridhaan ALLAH dan ALLAH MAHA PENYANTUN kepada hamba2Nya (Al Baqarah 207).
Manusia dari segala aktivitasnya sedang ingin mencari ridho ALLAH dgn mengorbankan diri untuk dikorbankan hanya semata untuk ALLAH.Karna tujuan hidup yg sebenarnya adalah untuk mencari keridhoaanNYA.Maka dari itu jika manusia tidak mengetahui peran hidup manusia,jadi bagaimana peranan yg sesuai ketentuanNYA maka manusia tergolong orang yg merugi.Terkadang manusia terbawa dari lingkungan dan keadaan sehingga lalai dan terlupa apa yg sebenarnya untuk diperankan hidupnya.Makanya aktivitas akan tak bermakna dalam dirinya.
"dan janganlah kamu campur adukkan yg hak dgn yg bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.Diantara yg mereka sembunyikan itu ialah TUHAN akan menguts seorang Nabi dari keturunan ismail yg akan membangun umat yg besar dibelakang hari yaituh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam (Al Baqarah 42,43)
Hati2lah dgn aktivitas kemudian pahami apakah aktivitas itu berbuat dosa ato menyimpang dr ketentuanNYA.karna segala aktivitas dimanapun berada sesungguhnya ada yg mengawasi.Jadi amalan apa yg akan dipertanggung jawabkan sedangkan manusia melakukan perbuatan yg menyimpang dari ketentuanNYA.
Apakah kita tak merindukanNYA shngga mash belum siap mengabdi.Banyak yg belum menyadari tentang hidupnya.Bagaimana manusia akan menyadari sedangkan hidupnya untuk main2 tanpa mengetahui konsep hidup sebenarnya.Tujuan manusia diciptakan adalah untuk membangun diri yg baik maka kembali hidup ini kearah hidup yg sebenarnya sesuai dgn fungsi dan fitrahnya.Jadi manusia di dunia mencari keridhoan ALLAH dgn menjalankan yg diperintahkan dan menjauhi laranganya,itulah sikap yg harus diambil oleh manusia.
Sabtu, 06 Maret 2010
ADABLAH YANG TERPENTING
Yang terpenting bukannya tercapainya apa yg engkau cari tetapi yg palng penting adalah engkau dilimpahi rezki adab yg baik.Lebih penting dari itu semua adalah karunia adab,ahlak yg bagus.Baik adab dgn ALLAH,Adab dgn Rasulullah,beserta adab terhadap sesama manusia.
Apa yg ada disisi ALLAH tak bisa diraih dgn berbagai upaya sebab akibat namun kita harus mewujudkan adab yg baik di hadapanya karna dgn adab itulah ubudiyah akan terwujud."agr Allah menguji mereka manakah diantara mereka yg terbaik amalnya" (Al Kahfi 7).
ALLAH tidak menyebutkan bahwa yg terbaik itu adalah yg terbanyak suksesnya.Juga bukan yg trbaik adalah raihan besarnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda "taqwalah kepada ALLAH dimanapun engkau berada,dan ikutilah keburukan itu dengan kebajikan sehingga keburukan terhapus.Dan bergaullah dgn sesama manusia dgn ahlak yg baik"(Hr.Imam Ahmad dan at tirmidzi).
Seluruh proses adab itu adalah menuju keserasian dgn sifat2nya dan inilah yg dsebutkan selanjutnya oleh Ibnu Athailah "tak ada yg lebih penting untuk anda cari dibanding rasa terdesak dan tak ada yg lebih mempercepat anugrah kepadamu ketimbang rasa hina dan rasa faqir kepadaNYA".
Sikap terdesak,hina,faqir itlah yg membuat kita terus kembali kepadaNYA tanpa sedikitpun faktor yg menyebabkan rasa tersebut muncul.Dan sebaik2nya waktu tentu saja.Sebagaiman disebutkan oleh Ibnu Athaillah dalam Al Hikam adalah "waktu dimana anda menyaksikan sifat butuh anda kepada ALLAH dan dikembalikan pada wujud hinamu di hadapannya".
Hajat manusia bertingkat2 ada hajat dunianya,akhiratnya,hajat meraih anugrahnya dan ada hajat hanya kepada ALLAH subhana wataa'lah.Tentu hajat tertingi adalah menuju dan wushul kepada ALLAH.Dan itu semua harus diraih dgn rasa butuh yg sangat.Rasa hina dan fakir kepada ALLAH.
Diantara makna berguna dari rasa butuh itu adalah
1.Rasa berpaling dari mahluknya secara total.
2.Menghadap ALLAH dengan total pula serta
3.Sang hamba berhenti di batasnya tanpa membuat pengakuan sedikit pun.
Tiga hal yg merupakan jumlah kebajikan dan menuju kesempurnaan.Wallahu a'alam
Apa yg ada disisi ALLAH tak bisa diraih dgn berbagai upaya sebab akibat namun kita harus mewujudkan adab yg baik di hadapanya karna dgn adab itulah ubudiyah akan terwujud."agr Allah menguji mereka manakah diantara mereka yg terbaik amalnya" (Al Kahfi 7).
ALLAH tidak menyebutkan bahwa yg terbaik itu adalah yg terbanyak suksesnya.Juga bukan yg trbaik adalah raihan besarnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda "taqwalah kepada ALLAH dimanapun engkau berada,dan ikutilah keburukan itu dengan kebajikan sehingga keburukan terhapus.Dan bergaullah dgn sesama manusia dgn ahlak yg baik"(Hr.Imam Ahmad dan at tirmidzi).
Seluruh proses adab itu adalah menuju keserasian dgn sifat2nya dan inilah yg dsebutkan selanjutnya oleh Ibnu Athailah "tak ada yg lebih penting untuk anda cari dibanding rasa terdesak dan tak ada yg lebih mempercepat anugrah kepadamu ketimbang rasa hina dan rasa faqir kepadaNYA".
Sikap terdesak,hina,faqir itlah yg membuat kita terus kembali kepadaNYA tanpa sedikitpun faktor yg menyebabkan rasa tersebut muncul.Dan sebaik2nya waktu tentu saja.Sebagaiman disebutkan oleh Ibnu Athaillah dalam Al Hikam adalah "waktu dimana anda menyaksikan sifat butuh anda kepada ALLAH dan dikembalikan pada wujud hinamu di hadapannya".
Hajat manusia bertingkat2 ada hajat dunianya,akhiratnya,hajat meraih anugrahnya dan ada hajat hanya kepada ALLAH subhana wataa'lah.Tentu hajat tertingi adalah menuju dan wushul kepada ALLAH.Dan itu semua harus diraih dgn rasa butuh yg sangat.Rasa hina dan fakir kepada ALLAH.
Diantara makna berguna dari rasa butuh itu adalah
1.Rasa berpaling dari mahluknya secara total.
2.Menghadap ALLAH dengan total pula serta
3.Sang hamba berhenti di batasnya tanpa membuat pengakuan sedikit pun.
Tiga hal yg merupakan jumlah kebajikan dan menuju kesempurnaan.Wallahu a'alam
Langganan:
Postingan (Atom)
