Nama-Nama Al Qur'an
ALLAH memberi nama kitabNYA dgn Al Qur'an Yg berarti bacaan.Arti ini dapat kita lihat dalam Al Qur'an yaituh
"Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan membuatmu pandai membacanya.Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu"(Al Qiyamah 17-18).
"Katakanlah sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yg serupa Al Qur'an ini niscaya mereka tidak akan dapat membuat serupa dengan dia sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain"(Al Israa 88).
"Dan sesungguhnya kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yg dibaca berulang ulangdan Al Qur'an yg agung"(Al Hijr 87)
"Sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yg sangat mulia"(Al Waaqi'ah 77).
"Kalau sekiranya kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung.Pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada ALLAH dan perumpamaan2 itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir"(Al Hasyr 21).
Dari pengertian ayat ayat diatas jelaslah bahwa Al Qur'an Itu dipakai sebagai nama bagi kalam ALLAH yg diwahyukan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Selain Al Qur'an ALLAH juga memberi beberapa nama lain bagi kitabNYA seperti :
1. Al Kitaab atau Kitaabullah merupakan sinonim dari perkataan Al Qur'an Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Baqarah 2
"kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yg bertakwa"
"Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada ALLAH,padahal Dialah yg telah menurunkan kitab kepadamu dgn terperinci.Orang2 yg telah kami datangkan kitab kepada mereka,mereka mengetahui bahwa Al Qur'an itu diturunkan dari TUHANMU dgn sebenarnya maka janganlah kamu sekali kali termasuk orang yg ragu ragu"(Al An'aam 114).
2. Al-Furqaan = pembeda ialah yg membedakan yg benar dan yg bathil,sebagaimana dalam surah Al Furqaan ayat 1 "Maha Agung (ALLAH) telah menurunkan Al Furqaan kepada hambaNYA agar ia menjadi peringatan seluruh alam".
3. Adz-Dzikir artinya peringatan sebagaimana disebutkan dalam surah Al Hijr ayat 9 "Sesungguhnya kamilah yg menurunkan Adz-Dzikir dan sesungguhnya kamilah penjaganya".
Dan juga dalam surah An Nahl ayat 44 "Keterangan2 (mujizat) dan kitab kitab.Dan kami turunkan kepadamu Al Qur'an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yg telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya"
Dari ke empat nama tersebut yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah AL QUR'AN.
Surah-surah yg ada dalam Al Qur'an dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas 4 bagian yaituh :
a. Asb'uththiwaal
dimaksudkan Tujuh surah yang panjang yaituh Al Baqarah,Ali Imran,An Nisa,Al A'raaf,Al An'am,Al Ma'idah dan Yunus.
b. Al-Miuun
dimaksudkan surah-surah yg berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti Hud,Yusuf,Mu'min Dan lain-lain.
c. Al-Matsaani
dimaksudkan surah-surah yg berisi kurang sedikit dari seratus ayat seperti Al Anfal,Al Hijr,dan lain-lain.
d. Al-Mufashshal
dimaksudkan surah surah pendek seperti Al Ikhlas,Al Falaq,An Nas,dan sebagainya.
Tampilkan postingan dengan label AL-QUR'AN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL-QUR'AN. Tampilkan semua postingan
Minggu, 07 Maret 2010
PENGENALAN AL-QUR'AN bag.2
Hikmah diturunkan Al Qur'an secara berangsur-angsur
Sebagaimana tadi sudah dijelaskan bahwa Al Qur'an secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari.Tentunya mengandung hikmah yaituh :
a. Agar lebìh mudah dimengerti dan dilaksanakan.Orang akan enggang melaksanakan suruhan dan larangan,sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak.Hal ini disebutkan oleh Bukhari dari riwayat 'Aisyah ra.
b. Diantara ayat ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh sesuai dgn kemaslahatan,ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur'an diturunkan sekaligus.
c. Turunnya suatu ayat sesuai dgn peristiwa peristiwa yg terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.
d. Memudahkan penghafalan,orang2 musyrik yang telah menanyakan mengapa Al Qur'an Tidak diturunkan sekaligus,sebagaimana dalam surah Al Furqaan 32 "Mengapa Al Qur'an tidak diturunkan kepadanya sekaligus? Demikianlah dengan cara begitu kami hendak menetapkan hatimu".
e. Diantara ayat ayat yang ada merupakan jawaban daripada pertanyaan dan penolakan suatu pendapat atau perbuatan sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas ra.Hal ini tak dapat terlaksana kalau Al Qur'an diturunkan sekaligus.
Ayat-Ayat Makkiyyah dan ayat-ayat Madaniyyah
Ditinjau dari masa turunya Al Qur'an dibagi atas 2 golongan yaituh
Ayat-ayat Yg diturunkan di mekah atau sebelum Nabi Muhammad hijarah ke madinah dinamakan ayat ayat Makkiyyah.Ayat-ayat ini terdiri dari 86 surah sedang
Ayat-ayat yg diturunkan di madinah atau sesudah Nabi Muhammad hijarah dimadinah dinamakan ayat-ayat Madaniyyah.Ayat-ayat ini terdiri dari 28 surah.
Dengan demikian jumlah surah dalam Al Qur'an sebanyak 114 surah.
Perbedaan ayat-ayat Makkiyyah dgn ayat-ayat Madaniyyah Ialah :
1. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek2 sedang ayat-ayat Madaniyyah panjang2.Surah Madaniyyah ayat-ayatnya berjumlah 1456 sedang Surah Makkiyyah terdapat 4780 ayat.Juz 28 seluruhnya Maddaniyyah Kecuali Surah Mumtahinah.Ayat-ayatnya berjumlah 137.Sedang juz 29 adalah Makkiyyah kecuali Surah Ad Dahr,ayat-ayatnya berjumlah 431.Surah Al Anfaal dan Surah Asy syu'araa masing2 mrupakan setengah juz tetapi yg pertama Madaniyyah dgn bilangan ayat sebanyak 75,sedang yg kedua Makkiyyah dgn ayatnya yg berjumlah 227.
2. Dalam surah-surah Madaniyyah terdapat perkataan "ya ayyuhalladzina aamanu"dan sedikit sekali terdapat perkataan "ya ayyuhannaas" Sedang dalam surah-surah Makkiyyah adalah sebaliknya.
3. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal2 yg berhubungan dgn keimanan,ancaman,dan pahala,kisah-kisah umat yg terdahulu yg mengandung pengajaran dan budi pekerti.Sedang Madaniyyah Mengandung hukum-hukum baik yg berhubungan dgn hukum adat atau hukum hukum duniawi,seperti hukum kemasyarakatan,ketatanegaraan,hukum perang,hukum internasional,hukum antar agama dan lain lain
Sebagaimana tadi sudah dijelaskan bahwa Al Qur'an secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari.Tentunya mengandung hikmah yaituh :
a. Agar lebìh mudah dimengerti dan dilaksanakan.Orang akan enggang melaksanakan suruhan dan larangan,sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak.Hal ini disebutkan oleh Bukhari dari riwayat 'Aisyah ra.
b. Diantara ayat ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh sesuai dgn kemaslahatan,ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur'an diturunkan sekaligus.
c. Turunnya suatu ayat sesuai dgn peristiwa peristiwa yg terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.
d. Memudahkan penghafalan,orang2 musyrik yang telah menanyakan mengapa Al Qur'an Tidak diturunkan sekaligus,sebagaimana dalam surah Al Furqaan 32 "Mengapa Al Qur'an tidak diturunkan kepadanya sekaligus? Demikianlah dengan cara begitu kami hendak menetapkan hatimu".
e. Diantara ayat ayat yang ada merupakan jawaban daripada pertanyaan dan penolakan suatu pendapat atau perbuatan sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas ra.Hal ini tak dapat terlaksana kalau Al Qur'an diturunkan sekaligus.
Ayat-Ayat Makkiyyah dan ayat-ayat Madaniyyah
Ditinjau dari masa turunya Al Qur'an dibagi atas 2 golongan yaituh
Ayat-ayat Yg diturunkan di mekah atau sebelum Nabi Muhammad hijarah ke madinah dinamakan ayat ayat Makkiyyah.Ayat-ayat ini terdiri dari 86 surah sedang
Ayat-ayat yg diturunkan di madinah atau sesudah Nabi Muhammad hijarah dimadinah dinamakan ayat-ayat Madaniyyah.Ayat-ayat ini terdiri dari 28 surah.
Dengan demikian jumlah surah dalam Al Qur'an sebanyak 114 surah.
Perbedaan ayat-ayat Makkiyyah dgn ayat-ayat Madaniyyah Ialah :
1. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek2 sedang ayat-ayat Madaniyyah panjang2.Surah Madaniyyah ayat-ayatnya berjumlah 1456 sedang Surah Makkiyyah terdapat 4780 ayat.Juz 28 seluruhnya Maddaniyyah Kecuali Surah Mumtahinah.Ayat-ayatnya berjumlah 137.Sedang juz 29 adalah Makkiyyah kecuali Surah Ad Dahr,ayat-ayatnya berjumlah 431.Surah Al Anfaal dan Surah Asy syu'araa masing2 mrupakan setengah juz tetapi yg pertama Madaniyyah dgn bilangan ayat sebanyak 75,sedang yg kedua Makkiyyah dgn ayatnya yg berjumlah 227.
2. Dalam surah-surah Madaniyyah terdapat perkataan "ya ayyuhalladzina aamanu"dan sedikit sekali terdapat perkataan "ya ayyuhannaas" Sedang dalam surah-surah Makkiyyah adalah sebaliknya.
3. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal2 yg berhubungan dgn keimanan,ancaman,dan pahala,kisah-kisah umat yg terdahulu yg mengandung pengajaran dan budi pekerti.Sedang Madaniyyah Mengandung hukum-hukum baik yg berhubungan dgn hukum adat atau hukum hukum duniawi,seperti hukum kemasyarakatan,ketatanegaraan,hukum perang,hukum internasional,hukum antar agama dan lain lain
PENGENALAN AL-QUR'AN bag.1
Pengertian Al-Qur'an :
1.menurut bahasa adalah lafaz Al-Qur'an berasal dari kata "Qara'a" Yang berarti "membaca".Hal ini sesuai dgn surah Al Qiyamah 17-18 "Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkan (didadamu)dan membuatmu pandai,apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu".
2.Menurut Istilah adalah Al-Qur'an adalah firman ALLAH yg merupakan mujizat Dan diturunkan (diwahyukan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melalui malaikat jibril yg ditulis dalam mushaf dan membacanya adalah ibadah.
Cara-cara Al-Qur-an diturunkan.
Para ulama ahli tafsir menjelaskan bahwa turunnya berdasarkan dalil ayat Al-Qur'an dan riwayat hadist shahih melalui beberapa tahap yaituh :
1.Tahap pertama Al-Qur'an berada di lauh mahfuzh sebagaimana firman ALLAH
"Padahal ALLAH mengepung mereka dari belakang mereka.Bahkan yg didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yg mulia yg tersimpan dalam lauh mahfuzh"(Al Buruuj 20-22)
ketika Al Qur'an berada di lauh mahfuzh tdk diketahui bagaimana keadaanya,kecuali ALLAH mengetahui karn waku itu Al Qur'an berada di alam ghaib kemudian ALLAH menampakkan atau menurunkan ke Baitul 'Izzah di langit bumi.Secara umum demikian itulah menunjukan adanya lauh mahfuzh yaituh yg merekam segala qadha dan dan takdir ALLAH.Segala sesuatu yg sudah,sedang atau yg akan terjadi di alam semesta ini.Inilah merupakan bukti nyata akan mengagungkan kehendak dan kebijaksanaa ALLAH yg Maha Kuasa.
Jika keberadaan Al Qur'an di lauh mahfuzh itu merupakan ketentuan dariNYA maka ketika itu Al Qur'an Adanya persis dgn keadaanya sekara.Namun demikian hakekatnya tak dapat diketahui kecuali seorang Nabi yg diperlihatkan oleh ALLAH kepdanya."tiada suatu bencanapun yg menimpa di bumi dan tak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab lauh mahfuzh sebelum kami menciptakannya sesungguhnya yg demikian itu adalah mudah bagi ALLAH"(Al Hadiid 22).
2.Tahap kedua,Al Qur'an dari lauh mahfuzh diturunkan ke langit bumi (Baitul 'Izzah).
Berdasarkan kepada beberapa ayat dalam Al Qur'an dan Hadist berkah yg dinamakan malam Qadar dalam bulan suci Ramadhan "Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Qur'an pada malam kemuliaan".(Al Qadr 1).
"Sesungguhnya kami menurunkanya pada suatu malam yg diberkahi dan sesungguhnya kamilah yg memeberi peringatan"(Ad Dukhaan 3)
"beberapa hari yg ditentukan itu ialah bulan ramadhan bulan yg didalamnya diturunkan permulaan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan2 mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yg hak dan yg bathil"(Al Baqarah 185).
Dari 3 ayat ini menegaskan bahwa Al Qur'an diturunkan pada suatu malam bulan ramadhan yg dinamakan malam Lailatul Qadar yg penuh berkah.Demikian pula berdasarkan beberapa riwayat.
Riwayat dari ibn Abbas ra.Berkata "Al Qur'an dipisahkan dari Adz Dzikir lalu Al Qur'an itu diletakkan di Baitul izzah dari langit dunia lalu jibril mulai menurunkan kepada Nabi".
Dan hadist riwayat Ibnu Abbas berkata "Al Qur'an diturunkan sekaligus langit bumi berada di mawaqi'a Al Nujum (tempat bintang2) dan kemudian ALLAH menurunkan kepada RasulNYA dgn berangsur2.
Dalam hadist riwayat Imam Thabrani Mengatakan "Al Qur'an diturunkan pada malam Al Qadar pada bulan Ramadhan di langit bumi sekaligus kemudian diturunkan berangsur2".
Hikmah dari penurunan ini adlah untuk menyatakan keagunan Al Qur'an dan kebesaran bagi orang yg diturunkanya.Dgn cara memberitaukan kepada penghuni langit yg tujuh bahwa kitab paling akhir yg disampaikan kepada Rasul penutup dari umat pilihan sungguh telah diambang pintu dan niscaya akan segera diturunkan kepadanya.
3.Tahap Ketiga : Al Qur'an diturunkan dari Baitul 'Izzah kepada Nabi Secara berangsur2 selama 22 tahun 2 bulan 22 hari dgn cara yaituh :
a. Malaikat memasukan wahyu itu ke dalam hatinya.Beliau hanya merasa bahwa wahyu sudah ada dalam qalbunya.Mengenai hal ini Nabi mengatakan "Ruhul Qudus mewahyukan kedalam Qalbuku"
"Dan tak ada bg seorang manusiapun bahwa ALLAH berkata2 dgn dia kecuali dgn perantara wahyu atau dibelakang tabir atau dgn mengutus seorang utusan malaikat lalu diwahyukan kepadanya dgn se izinNYA apa yg dia kehendaki.Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi"(Asy Syuuraa 51).
b. Malaikat menampakan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki2 yg mengucapkan kata2 kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata2 itu.
c. Wahyu dtg kepadanya seperti gemerincinya lonceng.Cara inilah yg amat berat dirasakan oleh Nabi.Kadang2 pada keningnya berpancaran keringat meskipun turunya wahyu itu di musim dingin.Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit "Aku adalah penulis wahyu yg diturunkan kepada Nabi.Aku lihat Rasul Ketika turunya wahyu itu seakan2 diserang oleh demam yg keras dn keringatnya bercucuran seperti permata.Kemudian setelah selesai turunya wahyu barulah beliau kembali seperti biasa".
d. Malaikat menampakan dirinya kepada Nabi,tidak seperti berupa seorang laki2 seperti poin b.Tetapi benar2 seperti rupanya yg asli ."Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat jibril itu dalam rupanya yg asli pada waktu yg lain yaituh di Sidratil Muntaha"(An Najm 13-14).
1.menurut bahasa adalah lafaz Al-Qur'an berasal dari kata "Qara'a" Yang berarti "membaca".Hal ini sesuai dgn surah Al Qiyamah 17-18 "Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkan (didadamu)dan membuatmu pandai,apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu".
2.Menurut Istilah adalah Al-Qur'an adalah firman ALLAH yg merupakan mujizat Dan diturunkan (diwahyukan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melalui malaikat jibril yg ditulis dalam mushaf dan membacanya adalah ibadah.
Cara-cara Al-Qur-an diturunkan.
Para ulama ahli tafsir menjelaskan bahwa turunnya berdasarkan dalil ayat Al-Qur'an dan riwayat hadist shahih melalui beberapa tahap yaituh :
1.Tahap pertama Al-Qur'an berada di lauh mahfuzh sebagaimana firman ALLAH
"Padahal ALLAH mengepung mereka dari belakang mereka.Bahkan yg didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yg mulia yg tersimpan dalam lauh mahfuzh"(Al Buruuj 20-22)
ketika Al Qur'an berada di lauh mahfuzh tdk diketahui bagaimana keadaanya,kecuali ALLAH mengetahui karn waku itu Al Qur'an berada di alam ghaib kemudian ALLAH menampakkan atau menurunkan ke Baitul 'Izzah di langit bumi.Secara umum demikian itulah menunjukan adanya lauh mahfuzh yaituh yg merekam segala qadha dan dan takdir ALLAH.Segala sesuatu yg sudah,sedang atau yg akan terjadi di alam semesta ini.Inilah merupakan bukti nyata akan mengagungkan kehendak dan kebijaksanaa ALLAH yg Maha Kuasa.
Jika keberadaan Al Qur'an di lauh mahfuzh itu merupakan ketentuan dariNYA maka ketika itu Al Qur'an Adanya persis dgn keadaanya sekara.Namun demikian hakekatnya tak dapat diketahui kecuali seorang Nabi yg diperlihatkan oleh ALLAH kepdanya."tiada suatu bencanapun yg menimpa di bumi dan tak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab lauh mahfuzh sebelum kami menciptakannya sesungguhnya yg demikian itu adalah mudah bagi ALLAH"(Al Hadiid 22).
2.Tahap kedua,Al Qur'an dari lauh mahfuzh diturunkan ke langit bumi (Baitul 'Izzah).
Berdasarkan kepada beberapa ayat dalam Al Qur'an dan Hadist berkah yg dinamakan malam Qadar dalam bulan suci Ramadhan "Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Qur'an pada malam kemuliaan".(Al Qadr 1).
"Sesungguhnya kami menurunkanya pada suatu malam yg diberkahi dan sesungguhnya kamilah yg memeberi peringatan"(Ad Dukhaan 3)
"beberapa hari yg ditentukan itu ialah bulan ramadhan bulan yg didalamnya diturunkan permulaan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan2 mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yg hak dan yg bathil"(Al Baqarah 185).
Dari 3 ayat ini menegaskan bahwa Al Qur'an diturunkan pada suatu malam bulan ramadhan yg dinamakan malam Lailatul Qadar yg penuh berkah.Demikian pula berdasarkan beberapa riwayat.
Riwayat dari ibn Abbas ra.Berkata "Al Qur'an dipisahkan dari Adz Dzikir lalu Al Qur'an itu diletakkan di Baitul izzah dari langit dunia lalu jibril mulai menurunkan kepada Nabi".
Dan hadist riwayat Ibnu Abbas berkata "Al Qur'an diturunkan sekaligus langit bumi berada di mawaqi'a Al Nujum (tempat bintang2) dan kemudian ALLAH menurunkan kepada RasulNYA dgn berangsur2.
Dalam hadist riwayat Imam Thabrani Mengatakan "Al Qur'an diturunkan pada malam Al Qadar pada bulan Ramadhan di langit bumi sekaligus kemudian diturunkan berangsur2".
Hikmah dari penurunan ini adlah untuk menyatakan keagunan Al Qur'an dan kebesaran bagi orang yg diturunkanya.Dgn cara memberitaukan kepada penghuni langit yg tujuh bahwa kitab paling akhir yg disampaikan kepada Rasul penutup dari umat pilihan sungguh telah diambang pintu dan niscaya akan segera diturunkan kepadanya.
3.Tahap Ketiga : Al Qur'an diturunkan dari Baitul 'Izzah kepada Nabi Secara berangsur2 selama 22 tahun 2 bulan 22 hari dgn cara yaituh :
a. Malaikat memasukan wahyu itu ke dalam hatinya.Beliau hanya merasa bahwa wahyu sudah ada dalam qalbunya.Mengenai hal ini Nabi mengatakan "Ruhul Qudus mewahyukan kedalam Qalbuku"
"Dan tak ada bg seorang manusiapun bahwa ALLAH berkata2 dgn dia kecuali dgn perantara wahyu atau dibelakang tabir atau dgn mengutus seorang utusan malaikat lalu diwahyukan kepadanya dgn se izinNYA apa yg dia kehendaki.Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi"(Asy Syuuraa 51).
b. Malaikat menampakan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki2 yg mengucapkan kata2 kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata2 itu.
c. Wahyu dtg kepadanya seperti gemerincinya lonceng.Cara inilah yg amat berat dirasakan oleh Nabi.Kadang2 pada keningnya berpancaran keringat meskipun turunya wahyu itu di musim dingin.Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit "Aku adalah penulis wahyu yg diturunkan kepada Nabi.Aku lihat Rasul Ketika turunya wahyu itu seakan2 diserang oleh demam yg keras dn keringatnya bercucuran seperti permata.Kemudian setelah selesai turunya wahyu barulah beliau kembali seperti biasa".
d. Malaikat menampakan dirinya kepada Nabi,tidak seperti berupa seorang laki2 seperti poin b.Tetapi benar2 seperti rupanya yg asli ."Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat jibril itu dalam rupanya yg asli pada waktu yg lain yaituh di Sidratil Muntaha"(An Najm 13-14).
Langganan:
Postingan (Atom)
